Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Pemimpin Druze Suriah Siap Deklarasikan Kemerdekaan dengan Dukungan Israel

POROS PERLAWANAN — Sebuah media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa komunitas Druze di Suriah tengah bersiap memisahkan diri dari Damaskus dan mendeklarasikan kemerdekaan.

Menurut kantor berita Tasnim News Agency, pada Sabtu 6 September, harian Yisrael Hayom pada Jumat sebelumnya menurunkan laporan yang mengutip pernyataan tokoh Druze Suriah. Ia menegaskan bahwa dengan dukungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, komunitas Druze berencana membentuk entitas politik independen.

Israel Mainkan “Kartu Druze” untuk Memecah Suriah

Media Saudi menuding langkah Tel Aviv, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan kepada minoritas Druze sebagai strategi untuk memperluas intervensinya di Suriah dan memperlemah kedaulatan negara itu.

Dalam laporan yang sama, Yisrael Hayom mengutip pernyataan Pemimpin Druze Suriah, Sheikh Hekmat Al-Hajri, yang menyatakan bahwa hanya pasukan Druze yang berhak dan mampu mengelola urusan Provinsi Sweida. Ia bahkan menyerukan pembukaan perbatasan dengan wilayah Palestina yang Diduduki, pascaklaim berhasilnya Druze mematahkan pengepungan pasukan Pemerintah Suriah di kawasan Golani.

Dalam pidatonya, Al-Hajri menegaskan: “Druze ingin memisahkan diri dari Pemerintahan pusat Suriah dan mendirikan struktur independen.”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat dan Israel, khususnya Trump dan Netanyahu, atas dukungan yang diberikan dalam upaya tersebut.

Lebih jauh, Al-Hajri mengeklaim bahwa pasukan Druze siap memerintah wilayah mereka secara mandiri dan tidak akan mengalah dalam perjuangan menentukan nasib sendiri. Ia menegaskan tujuan komunitas Druze adalah mendirikan entitas independen sesuai kerangka hukum internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *