Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pemimpin Hamas Sebut Operasi Badai Al-Aqsa ‘Respons atas Upaya Penghapusan Masalah Palestina’

POROS PERLAWANAN — Kepala Delegasi Hamas di Gaza, Khalil al-Hayyah menyatakan bahwa “Operasi Badai Al-Aqsa” merupakan respons terhadap upaya penghapusan isu Palestina dan pembentukan tatanan baru di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato al-Hayyah pada Konferensi Nasional Arab ke-34 di Beirut, sebagaimana dilaporkan oleh media regional, al-Mayadeen, pada Jumat 7 November.

Al-Hayyah menegaskan bahwa meskipun Gaza “terluka”, wilayah itu tetap teguh dan menyerukan solidaritas untuk melanjutkan perjuangan mencapai tujuan nasional yang sah. Ia menggambarkan peristiwa 7 Oktober sebagai titik balik heroik bagi Palestina dan menyatakan bahwa dukungan dunia Islam terhadap perjuangan Palestina muncul dalam berbagai bentuk dan saluran.

Menurut al-Hayyah, Operasi Badai Al-Aqsa bukan hanya aksi militer, melainkan pesan politik terhadap upaya “menghapuskan” masalah Palestina melalui normalisasi hubungan dan rekayasa geopolitik baru di Kawasan. Ia menekankan bahwa operasi tersebut menandai awal dari fase baru perlawanan dan memberi mandat strategis bagi Hamas untuk merencanakan pembebasan Palestina serta memperkuat kapasitas militernya.

Pernyataan ini menempatkan Badai Al-Aqsa dalam kerangka narasi perlawanan yang lebih luas, sebagai simbol penolakan terhadap proses politik yang dianggap mengabaikan hak-hak nasional Palestina. Retorika ini sekaligus bertujuan menggalang dukungan domestik dan regional di tengah tekanan diplomatik serta upaya beberapa negara Arab untuk membatasi eskalasi konflik.

Khalil al-Hayyah dikenal sebagai salah satu negosiator utama Hamas dalam berbagai perundingan tidak langsung di Kairo dan Doha sejak awal perang. Pernyataannya di Beirut mencerminkan garis politik Hamas yang berupaya mempertahankan legitimasi perjuangan bersenjata di tengah dinamika diplomasi regional, terutama ketika sejumlah negara Arab berusaha menyeimbangkan hubungan mereka dengan Israel dan Otoritas Palestina (PA).

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *