Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Pemimpin Iran: Tak Ada Tempat bagi Orang-orang Asing di Teluk Persia Selain di Dasar Lautnya

POROS PERLAWANAN – Dalam rangka peringatan Hari Nasional Teluk Persia, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Mojtaba Khamenei dalam pesannya menyoroti pengorbanan bangsa Iran dalam perjuangan kemerdekaan Teluk Persia serta dalam menghadapi kekuatan asing dan agresor. Ia menggambarkan Revolusi Islam sebagai titik balik dari perlawanan-perlawanan tersebut dan menekankan,”Setelah dua bulan berlalu sejak pengerahan militer terbesar dan agresi oleh para penindas dunia di Kawasan, serta kekalahan memalukan Amerika dalam rencananya sendiri, sebuah bab baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz sedang ditulis. Masa depan cerah kawasan Teluk akan menjadi masa depan tanpa Amerika, dan akan didedikasikan untuk kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan rakyatnya.”

Diberitakan al-Alam, berikut adalah teks pesan Pemimpin Revolusi Islam:

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang

“Salah satu berkah tiada tara dari Allah Yang Mahakuasa bagi bangsa-bangsa Muslim di kawasan kita, dan khususnya rakyat mulia Iran Islami, adalah anugerah ‘Teluk Persia’. Sebuah berkah yang melampaui sekadar wilayah perairan, yang telah membentuk bagian dari identitas dan peradaban kita, serta yang, selain menjadi titik koneksi antar bangsa, membentuk rute vital dan unik bagi ekonomi global melalui Selat Hormuz dan menuju Laut Oman.”

“Aset strategis ini telah memicu keserakahan banyak setan selama berabad-abad, dan sejarah invasi berulang oleh orang asing Eropa dan Amerika, Ketidakamanan, kerugian, dan berbagai ancaman terhadap negara-negara di kawasan ini hanyalah sebagian kecil dari rencana jahat para penindas dunia terhadap penduduk kawasan Teluk Persia. Contoh terbaru dari hal ini adalah unjuk kekuatan yang baru-baru ini dilakukan oleh ‘Setan Besar’.”

“Bangsa Iran, yang memiliki garis pantai terpanjang di Teluk Persia, telah melakukan pengorbanan terbesar demi kemerdekaan Teluk Persia dan dalam menghadapi asing serta penjajah; mulai dari pengusiran Portugis dan pembebasan Selat Hormuz, yang mengantarkan penetapan tanggal 10 Ordibehest (30 April) sebagai Hari Nasional Teluk Persia, hingga perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan perlawanan epik melawan kolonialisme Inggris, dan seterusnya.

“Namun, Revolusi Islam menjadi titik balik dalam perlawanan-perlawanan ini, dalam membatasi kekuasaan para arogan di kawasan Teluk Persia. Hari ini, dua bulan setelah mobilisasi dan agresi terbesar oleh para penindas dunia di Kawasan serta kekalahan memalukan Amerika dalam skemanya sendiri, bab baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz sedang ditulis. Bangsa-bangsa di kawasan Teluk Persia, yang selama bertahun-tahun terbiasa dengan kebungkaman dan kepatuhan para penguasa mereka di hadapan para penindas dan agresor, dalam enam puluh hari terakhir ini telah menyaksikan pertunjukan keteguhan yang indah, Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri kewaspadaan dan pengorbanan para prajurit gagah berani dari Angkatan Laut Militer dan Pasukan Garda Revolusi, bersamaan dengan kegigihan dan keberanian rakyat dan pemuda di wilayah selatan Iran yang tercinta, dalam menolak dominasi asing.

“Hari ini, berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa dan berkah darah para syuhada Perang Ketiga yang Dipaksakan, terutama Pemimpin Revolusi Islam yang mulia dan bijak (semoga Allah meninggikan derajatnya), telah terbukti bagi bukan hanya opini publik dunia dan bangsa-bangsa di Kawasan, tetapi juga bagi para raja dan penguasa negara-negara, bahwa kehadiran orang-orang asing Amerika dan penempatan serta pembangunan sarang mereka di tanah-tanah Teluk Persia merupakan faktor ketidakamanan terbesar di Kawasan. Telah terbukti bahwa pangkalan-pangkalan Amerika yang rapuh bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi harapan bahwa Amerika dapat menjamin keamanan para sekutu dan pengikutnya di Kawasan.

“Berkat rahmat Allah, masa depan yang cerah bagi kawasan Teluk Persia—masa depan tanpa Amerika Serikat dan demi kemajuan, kenyamanan, serta kesejahteraan bangsa-bangsa di dalamnya—akan terwujud. Kita, bersama tetangga-tetangga kita di perairan Teluk Persia dan Laut Oman, adalah ‘orang-orang yang memiliki takdir yang sama’. Sementara orang-orang asing yang menebar kejahatan dari ribuan kilometer jauhnya tidak memiliki tempat di sana, kecuali di dasar laut Teluk Persia. Rantai kemenangan ini, yang terwujud atas rahmat Allah Yang Mahakuasa di bawah naungan kebijakan dan strategi perlawanan serta strategi ‘Iran yang Kuat’, akan menandai tatanan baru bagi Kawasan dan dunia.

“Hari ini, kebangkitan ajaib bangsa Iran tidak lagi terbatas pada puluhan juta pejuang yang rela berkorban melawan Zionisme dan Amerika yang haus darah. Mereka memimpin barisan bersatu Umat Islam yang telah dibangkitkan; sembilan puluh juta warga Iran yang bangga dan terhormat, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan seluruh identitas, spiritual, dan kapasitas manusiawi mereka, telah menganggap teknologi ilmiah, industri, serta teknologi dasar dan mutakhir—mulai dari nano dan bio hingga nuklir dan rudal—sebagai modal nasional mereka, dan akan menjaganya seperti mereka menjaga perbatasan laut, darat, dan udara mereka. Republik Islam Iran, dengan secara praktis bersyukur atas berkah mengelola Selat Hormuz, akan mengamankan kawasan Teluk Persia dan memberantas eksploitasi musuh agresor terhadap jalur air ini. Prinsip-prinsip hukum dan pelaksanaan pengelolaan baru Selat Hormuz akan membawa kenyamanan dan kemajuan demi kepentingan semua bangsa di Kawasan. Insya Allah. berkah-berkah ekonominya akan menggembirakan hati bangsa, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.”

Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei

10 Ordibehesht1405/30 April 2026

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *