SNSC Iran: Warisan Syahid Ali Larijani Akan Terus Menjadi Inspirasi Perlawanan
POROS PERLAWANAN — Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menegaskan bahwa kesyahidan Dr. Ali Larijani meninggalkan warisan perjuangan yang akan terus menjadi teladan bagi para pejabat Republik Islam Iran di masa depan. Penegasan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya Larijani, sosok yang dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga keamanan nasional dan memperkuat garis perlawanan Iran.
Dalam pernyataannya, SNSC menekankan bahwa almarhum Larijani adalah figur revolusioner yang mendedikasikan hidupnya untuk membela kepentingan bangsa Iran dan mempertahankan nilai-nilai Revolusi Islam. Dewan itu menyebut bahwa jejak perjuangannya akan terus menjadi “model gemilang” bagi generasi penerus di tubuh Pemerintahan Iran.
“Syahid Larijani mengabdikan hidupnya untuk Iran tercinta, bangsa yang mulia, dan Revolusi Islam, meninggalkan warisan politik yang revolusioner dan bijaksana yang akan menjadi model cemerlang bagi para pejabat Republik Islam selama bertahun-tahun,” demikian pernyataan SNSC seperti dikutip dari Press TV.
SNSC juga menggambarkan Larijani sebagai seorang negarawan berpengalaman yang memainkan peran strategis dalam memperkuat stabilitas nasional Iran di tengah tekanan yang terus datang dari Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel. Keteguhan sikap dan pandangan strategisnya dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam memperkuat posisi Iran di Kawasan.
Menurut pernyataan tersebut, wafatnya Larijani bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan menjadi pemantik semangat baru bagi bangsa Iran untuk terus melanjutkan jalan perlawanan terhadap tekanan dan agresi asing.
“Darah para syuhada akan terus menerangi jalan perjuangan bangsa Iran dalam menghadapi musuh-musuh Revolusi Islam,” tegas SNSC.
Lebih lanjut, Dewan itu mengajak rakyat Iran untuk menghadiri upacara peringatan 40 hari syahadah Larijani di kota suci Qom sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa besarnya kepada negara. Kehadiran masyarakat dalam acara itu dipandang sebagai simbol kesetiaan terhadap jalan perjuangan yang telah ditempuh para syuhada.
Peringatan ini menegaskan bahwa para syuhada seperti Ali Larijani bukan hanya dikenang sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai simbol keteguhan Iran dalam mempertahankan kedaulatan dan melawan segala bentuk tekanan dari Poros Agresor.
