Pemimpin Revolusi Islam: Tekanan Global terhadap Iran Berakar pada Perlawanan terhadap Sistem Hegemonik
POROS PERLAWANAN — Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menegaskan bahwa tekanan dan kekacauan yang diciptakan kekuatan-kekuatan global terhadap Republik Islam Iran tidak bersumber dari isu nuklir, melainkan dari sikap perlawanan Iran terhadap tatanan dunia yang dinilainya tidak adil dan hegemonik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pesan tertulis yang dibacakan pada pertemuan ke-59 Persatuan Asosiasi Mahasiswa Islam di Eropa, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Mehr pada Minggu (28/12). Dalam pesannya, Pemimpin Revolusi menilai bahwa kegagalan invasi besar-besaran militer Amerika Serikat dan keterlibatannya di kawasan Asia Barat merupakan hasil dari perlawanan yang dibangun oleh bangsa Iran, khususnya generasi mudanya.
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyampaikan bahwa keberanian, inisiatif, dan pengorbanan pemuda Iran telah mengubah posisi negara tersebut di tingkat internasional. Menurutnya, Iran kini memperoleh pengaruh dan kredibilitas baru di dunia berkat iman, persatuan nasional, serta kepercayaan pada kemampuan internal.
Dalam pesannya, Ayatullah Khamenei juga menyinggung gugurnya sejumlah ilmuwan, perwira militer, dan warga sipil Iran dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai bahwa kehilangan tersebut tidak melemahkan arah perjuangan, melainkan justru memperkuat tekad generasi muda. Ia menambahkan bahwa keluarga para korban berada di garis depan gerakan sosial dan ideologis.
Pada bagian utama pesannya, Pemimpin Revolusi menegaskan bahwa konflik antara Iran dan kekuatan global bukanlah konflik teknis atau sektoral. Menurutnya, akar persoalan terletak pada penolakan Iran terhadap dominasi sistem internasional yang hegemonik serta upaya mendorong terbentuknya tatanan nasional dan global yang berlandaskan keadilan Islam.
Ayatullah Ali Khamenei menilai bahwa agenda inilah yang memicu kemarahan kekuatan-kekuatan besar yang selama ini mempertahankan dominasi politik, ekonomi, dan militer di berbagai kawasan dunia.
Ayatullah Khamenei juga secara khusus menyoroti peran mahasiswa Iran di luar negeri dan menekankan pentingnya kontribusi intelektual dan organisatoris generasi muda diaspora dalam memperkuat narasi perlawanan dan kemandirian Iran di tingkat global.
Di akhir pesannya, Pemimpin Revolusi menyatakan keyakinannya bahwa keberhasilan perjuangan tersebut bergantung pada keimanan, kesadaran akan potensi diri, serta konsistensi arah gerakan. Ayatullah Ali Khamenei menegaskan bahwa kemenangan akan tercapai dengan izin Tuhan.
