Pemimpin Tertinggi Iran Tegaskan Republik Islam Tidak Pernah Memiliki ‘Pasukan Proksi’
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Tertinggi Iran, dalam pertemuan dengan para penyair dan pelantun pujian Ahlulbait (a.s.) pada Minggu 22 Desember, di Musala Imam Khomeini, Tehran, menyampaikan keyakinannya bahwa akan muncul kelompok bermartabat dan kuat di Suriah. Dalam pertemuan yang juga memperingati Wiladah Sayidah Fatimah az-Zahra sekaligus Hari Ibu itu, beliau menjelaskan isu-isu penting terkini di Kawasan, seraya menegaskan bahwa tugas ini merupakan bagian dari warisan perjuangan Sayidah Fatimah az-Zahra (s.a.).
Pentingnya Menjelaskan Kebenaran seperti Sayidah Zahra (s.a.)
Setelah sesi lantunan pujian kepada Ahlulbait (a.s.), Pemimpin Tertinggi menyampaikan, “Tugas terpenting Sayidah Zahra (s.a.) adalah menjelaskan kebenaran. Melantunkan pujian untuk Ahlulbait (a.s.) adalah wujud mengikuti jejak Sayidah Zahra dalam menjelaskan dan membela kebenaran.” Beliau kemudian secara tegas mengungkapkan fakta-fakta dan isu-isu yang terjadi pada zamannya. “Oleh karena itu, menjelaskan isu-isu yang relevan di masa kini adalah tugas yang sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.”
Pelantunan Pujian: Media yang Efektif untuk Penjelasan Kebenaran
Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa pelantunan pujian adalah media yang sangat kuat dalam menyampaikan kebenaran. “Pelantunan pujian adalah sarana yang penuh kekuatan dan dapat menjadi alat utama dalam menjelaskan fakta-fakta. Di tengah serangan musuh yang berusaha menanamkan keraguan di masyarakat, kebutuhan akan penjelasan yang jelas dan tepat menjadi sangat mendesak. Anda, para pelantun pujian Ahlulbait (a.s.), memiliki potensi besar untuk melaksanakan tugas penting ini.”
Rakyat Iran Tidak Akan Memberi Ruang kepada Pengkhianat
Pemimpin Revolusi juga membahas strategi Amerika Serikat yang bertujuan menguasai negara-negara lain melalui dua cara: menciptakan kediktatoran atau menyulut kekacauan. “Di Suriah, mereka menciptakan kekacauan dan kini merasa telah meraih kemenangan,” ujar beliau.
Beliau juga mengkritik pernyataan pejabat Amerika Serikat yang menyatakan bahwa mereka akan membantu siapa saja yang menciptakan kerusuhan di Iran. “Orang-orang bodoh itu mendengar sesuatu yang menurut mereka adalah peluang besar, tetapi salah memahami situasi!” tegasnya. “Rakyat Iran akan menginjak-injak siapa saja yang menjadi antek Amerika dalam menciptakan kerusuhan ini.”
Republik Islam Tidak Memiliki Pasukan Proksi
Beliau menepis pernyataan bahwa Republik Islam kehilangan “pasukan proksi” di Kawasan. “Mereka sering mengatakan bahwa Republik Islam kehilangan kekuatan ‘proksinya’. Ini sepenuhnya salah! Republik Islam tidak pernah memiliki ‘pasukan proksi’. Yaman berjuang karena keyakinannya sendiri. Hizbullah bertempur karena kekuatan iman mereka. Hamas dan Jihad Islam berperang karena akidah mereka. Mereka bukan perpanjangan tangan kami, tetapi bertindak atas dasar keimanan dan prinsip mereka sendiri.”
Beliau menegaskan kembali, “Jika suatu hari kami memutuskan untuk bertindak, kami tidak membutuhkan ‘pasukan proksi’. Kami cukup kuat untuk bertindak sendiri.”
Masa Depan Kawasan yang Lebih Cerah
Pemimpin Tertinggi mengekspresikan harapan dan keyakinannya akan masa depan yang lebih baik di Kawasan. “Saya memprediksi bahwa akan muncul satu kelompok yang bermartabat dan kuat di Suriah. Pemuda Suriah saat ini tidak memiliki apa pun lagi yang bisa disebut kehilangan. Universitas mereka tidak aman, sekolah tidak aman, rumah-rumah mereka tidak aman, jalanan tidak aman, dan bahkan kehidupan mereka sendiri berada dalam bahaya. Dalam kondisi seperti ini, mereka harus bangkit dengan kekuatan dan tekad untuk melawan pihak-pihak yang menciptakan dan menyebarkan ketidakamanan ini. Insya Allah, mereka akan mampu mengatasi situasi ini.”
Beliau menegaskan kembali, “Masa depan Kawasan, dengan izin Allah, akan lebih baik daripada situasi saat ini. Ketidakadilan tidak akan bertahan selamanya, dan rakyat akan berdiri melawan mereka yang berusaha menciptakan ketidakstabilan.”
