Penulis Israel: Sayangnya, Musuh Kita Benar
POROS PERLAWANAN – Seorang penulis Zionis terkemuka, Ksenia Svetlova, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (22/02), mengomentari pertukaran tawanan yang sedang berlangsung dan mengakui kebenaran klaim Hamas mengenai kelalaian pemerintah Israel dalam membebaskan dua tentaranya yang telah ditawan selama lebih dari satu dekade.
Dalam laporan yang dilansir oleh Fars News Agency, Svetlova menyatakan bahwa berbagai pemerintahan Israel selama lebih dari 10 tahun terakhir tidak menunjukkan upaya yang signifikan untuk membebaskan Avera Mengistu dan Hisham al-Sayed, dua tentara yang ditawan oleh kelompok Perlawanan Palestina sejak tahun 2014. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan putaran ketujuh pertukaran tawanan yang saat ini sedang berlangsung.
“Musuh-musuh kita, yang belakangan ini kerap tampil melalui wawancara di jaringan Al Jazeera dan berbagai platform media sosial, secara berulang menegaskan bahwa Israel tidak berupaya memulangkan Avera Mengistu. Selama satu dekade penuh, tidak ada langkah nyata untuk membebaskannya maupun Hisham al-Sayed dari penawanan. Sayangnya, pernyataan mereka benar adanya,” ujar Svetlova.
Kedua tentara tersebut, yang dikenal sebagai “tawanan yang terlupakan” oleh media Israel, telah ditawan sejak 2014. Svetlova menambahkan bahwa keputusan Israel untuk tidak memprioritaskan pembebasan mereka telah mengirimkan pesan yang jelas kepada musuh-musuhnya, bahwa nyawa beberapa tentaranya dianggap kurang berharga.
“Jika bukan karena tekanan publik yang memuncak setelah peristiwa 7 Oktober, kemungkinan besar Mengistu dan al-Sayed akan tetap berada dalam penawanan hingga saat ini. Hal ini merupakan kelalaian yang tidak dapat dimaafkan dan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Brigade al-Qassam—sayap militer Hamas—dalam sebuah pernyataan resmi menyatakan bahwa sebagai bentuk penghormatan terhadap warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan, mereka akan menyerahkan Hisham al-Sayed kepada Komite Palang Merah Internasional di Kota Gaza tanpa seremoni publik. Langkah ini dianggap sebagai sinyal simbolis terhadap komunitas Palestina yang menolak segala bentuk kolaborasi dengan tentara Israel.
Sabtu ini, pasukan Perlawanan Palestina di Rafah telah menyerahkan Avera Mengistu kepada perwakilan Palang Merah. Pembebasan Hisham al-Sayed dijadwalkan akan dilakukan di Gaza dalam waktu dekat, juga tanpa upacara atau liputan media yang berlebihan.
Beberapa sumber dari Brigade al-Qassam, dalam wawancara dengan Al Jazeera, menegaskan bahwa keputusan untuk menyerahkan al-Sayed tanpa seremoni adalah bentuk penegasan bahwa perekrutan warga Palestina oleh tentara Israel tidak dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Palestina.
“Selama 10 tahun, penjajah membiarkan Hisham al-Sayed tetap dalam penawanan tanpa upaya berarti untuk membebaskannya. Hal ini disebabkan oleh identitasnya sebagai seorang Arab Palestina, meskipun ia telah bergabung dengan tentara Israel,” ungkap sumber tersebut.
Pertukaran tawanan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik berkepanjangan di Jalur Gaza. Langkah Hamas yang menyerahkan tawanan tanpa tuntutan pertukaran diharapkan dapat membuka peluang negosiasi yang lebih konstruktif di masa mendatang.
