Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Penutupan Bab al-Mandab: Opsi Poros Perlawanan Mengunci Pintu Laut Merah

Laut Merah Bukan Lagi Milik Amerika

POROS PERLAWANAN — Yaman, melalui Ansharullah, resmi mengisyaratkan penutupan Selat Bab al-Mandab secara bertahap atau total sebagai respons atas berlanjutnya agresi Israel di Gaza. Komandan Brigade Al-Wahbi, Brigadir Jenderal Bakil al-Wahbi menyampaikan bahwa keputusan ini termasuk dalam “eskalasi militer” yang dirancang untuk menciptakan tekanan global terhadap genosida yang sedang berlangsung.

“Penutupan Bab al-Mandab adalah alat strategis untuk menyeret perhatian dunia atas blokade Israel-Amerika terhadap Gaza,” ujar al-Wahbi dalam wawancara eksklusif dengan harian Al-Thawra pada Minggu malam 27 Juli.

Langkah ini bukan ancaman retoris. Dalam realitas operasional, pengaruh Yaman di Laut Merah telah menyebabkan keruntuhan fungsi maritim Israel di Pelabuhan Eilat, dengan penurunan aktivitas hingga 90%. Perusahaan pelayaran global seperti Maersk dan Hapag-Lloyd telah mengalihkan jalur pelayaran ke Tanjung Harapan, memperpanjang waktu tempuh hingga 20 hari dan meningkatkan biaya logistik sebesar 33%.

Poros Perlawanan Mengubah Geografi Strategis

Bab al-Mandab adalah chokepoint global. Lebih dari 6 juta barel minyak mentah per hari dan sekitar 15% perdagangan maritim dunia melewati selat ini. Dalam konteks inilah, pernyataan Militer Yaman adalah langkah strategis yang menghantam dua poros sekaligus: superioritas Militer Israel dan kepentingan ekonomi Barat.

Laporan The Economist bahkan menyatakan bahwa kekuatan Perlawanan Yaman telah “menghancurkan klaim Eropa atas supremasi maritim”, menandakan bahwa kontrol efektif atas perairan strategis kini bukan lagi monopoli kekuatan konvensional.

Eskalasi Terkalkulasi: Dari Drone ke Doktrin Pencegahan

Ansharullah tidak lagi mengandalkan serangan simbolis. Serangan drone dan rudal presisi yang ditembakkan ke kapal-kapal yang memiliki koneksi langsung maupun tidak langsung ke pelabuhan-pelabuhan Israel bukan sekadar demonstrasi kekuatan, tetapi bagian dari doktrin pencegahan asimetris: merusak ekonomi musuh melalui disrupsi titik-titik vital logistik.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengonfirmasi bahwa eskalasi lanjutan sedang dikaji, termasuk perluasan target ke wilayah udara Pendudukan, yang dapat mencakup penerbangan sipil dan infrastruktur strategis Israel.

Israel dalam Tekanan: Daya Tangkal Mulai Retak

Wakil Rektor Universitas Tel Aviv dan pakar regional, Eyal Zisser, dalam tulisannya di Israel Hayom menyatakan, “Serangan Yaman bukan lagi gangguan. Ini ancaman strategis yang merusak pengiriman, menonaktifkan Eilat, dan menyerang langsung reputasi Israel sebagai kekuatan pencegah”.

Zisser mengkritik keras tanggapan Israel yang dinilai lemah dan simbolis, hanya berfungsi untuk konsumsi domestik dan menaikkan moral, bukan untuk menundukkan lawan.

Yaman: Dari Peripheral State ke Pivot Strategis Regional

Kekuatan Militer Yaman, khususnya dalam lingkup Poros Perlawanan, tidak dibangun di atas anggaran pertahanan besar, tetapi pada tiga fondasi utama:

1. Mobilitas dan ketepatan serangan (operational precision)

2. Kemampuan gangguan ekonomi yang efektif (economic disruption doctrine)

3. Legitimasi moral-politik di mata populasi regional dan Global South.

Di era pasca-Gaza, keseimbangan Kawasan telah bergeser. Yaman kini bukan sekadar negara pinggiran di selatan Jazirah Arab. Ia telah menjadi aktor kunci dalam konfigurasi geopolitik Laut Merah dan Asia Barat sejajar, jika bukan lebih strategis, dari sekutu-sekutu Washington.

Bab al-Mandab Bukan Lagi Sekadar Selat

Bab al-Mandab kini menjadi medan perang dan simbol pencegahan strategis baru. Sanaa telah mengubahnya dari jalur logistik menjadi instrumen tekanan global. Poros Perlawanan tidak lagi hanya membalas, tetapi kini menginisiasi perubahan pada arsitektur keamanan Kawasan.

Di sisi lain, pengalihan rute pelayaran global adalah kekalahan ekonomi yang mahal bagi blok Barat dan Israel. Ini adalah bentuk deterrence non-konvensional yang didefinisikan ulang oleh kekuatan yang selama ini dianggap marjinal.

Poros Perlawanan sedang menulis ulang permainan kekuasaan, dan dunia sedang membaca ulang peta Kawasan dengan Bab al-Mandab sebagai paragraf utamanya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *