Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Peringatan Keras IRGC: Jika Zionis Lancarkan Serangan Berikutnya, Maka Seluruh Poros Perlawanan akan Serentak ‘Menyala’

POROS PERLAWANAN – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Sardar Ramazan Sharif Naeini, menegaskan bahwa jika rezim Zionis kembali melancarkan agresi terhadap Republik Islam Iran, maka geografi medan perang akan berubah secara fundamental, dan respons Teheran akan jauh lebih luas, menghancurkan, dan menentukan.

Dalam wawancara dengan Kantor Berita Mehr pada Rabu malam (30/7), Jenderal Naeini memperingatkan bahwa provokasi lanjutan dari entitas pendudukan akan membuka front baru, dengan cakupan strategis yang tidak lagi terbatas pada wilayah-wilayah pendudukan 1948.

“Jika mereka kembali melanggar garis merah kami, kami tidak hanya akan membalas, kami akan menggeser medan tempur, dan mengubah setiap titik pendudukan menjadi target strategis yang sah,” tegasnya.

Ketakutan Tel Aviv pada Kekuatan Nasional Iran

Mengomentari ancaman kosong dari para pejabat Zionis baru-baru ini, Naeini menilai bahwa ucapan mereka hanyalah upaya putus asa untuk menutupi trauma kolektif akibat hujan rudal dari Iran selama perang 12 hari terakhir.

“Mereka tahu, bukan hanya Gaza atau Beirut yang menjadi bagian dari front perlawanan. Teheran telah menunjukkan bahwa ia adalah poros utama kekuatan yang mampu mengguncang jantung entitas palsu itu,” ucapnya.

Rezim Zionis Tak Lagi Punya Inisiatif

Jenderal Naeini menegaskan bahwa jika entitas pendudukan berani mengulang kesalahan strategis, maka inisiatif akhir konflik akan diambil alih sepenuhnya oleh Republik Islam dan poros perlawanan.

“Kami tidak akan izinkan sirine berbunyi secara simbolik; kami akan membuat mereka kehabisan tempat berlindung, membuat rakyat mereka menyadari bahwa tak ada satu bunker pun yang aman,” ujar jenderal tersebut.

“Mereka pernah mencoba menggertak. Kini mereka tahu, jika mereka bergerak lagi, kami akan menghantam tidak hanya pos militernya, tetapi juga simpul-simpul strategis dan eksistensial dari rezim rapuh itu,” tambahnya.

Poros Perlawanan: Satu Tubuh, Satu Nafas

IRGC juga menegaskan bahwa setiap agresi terhadap Iran berarti agresi terhadap seluruh Poros Perlawanan, dari Baghdad hingga Sanaa, dari Damaskus hingga Beirut dan Gaza.

“Kami adalah satu tubuh. Jika satu bagian disakiti, seluruh tubuh akan bereaksi. Hari-hari kekebalan rezim palsu itu telah berakhir,” pungkasnya.

Pernyataan ini datang setelah kegagalan Tel Aviv untuk menciptakan perubahan taktis dalam perang 12 hari lalu, yang justru menyingkap kelemahan militer dan kerentanan sistem pertahanan Israel meskipun didukung penuh oleh Washington dan aliansinya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *