Pernyataan dan Klarifikasi Dubes Iran Soal Teror Pager di Lebanon
POROS PERLAWANAN – Dubes Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani mengalami cedera dalam teror ledakan pager di Lebanon beberapa bulan lalu. Setelah menjalani perawatan di Teheran, kini dia siap melanjutkan tugasnya di Beirut.
Dilansir al-Alam, Amani dalam sebuah wawancara mengatakan,”95 persen korban ledakan pager mengalami cedera di mata, tangan, dan wajah mereka.”
“Mata, tangan, dan wajah saya juga terluka karena ledakan pager.”
“Sebagian besar orang yang menggunakan pager ini untuk sarana berkomunikasi adalah warga sipil. Pager ini tidak difungsikan untuk tujuan militer dan digunakan oleh warga biasa.”
“Hizbullah yang mengimpor pager-pager ini, lantaran tidak ada Pemerintahan yang kuat di Lebanon. Setelah peristiwa ini, pager tidak digunakan lagi di Lebanon.”
“Meski mendapatkan kesulitan, syukurlah saya masih mampu menjalankan tugas. Saya siap bekerja kembali.”
Amani berkata bahwa sekitar 4.000 orang terluka akibat teror pager yang didalangi Israel tersebut.
“Orang-orang Zionis menyangka, teror pager ini sangat destruktif sehingga bisa meremukkan Hizbullah. Benar bahwa ini adalah pukulan berat. Namun Hizbullah mampu melintasi fase ini.”
Amani berterima kasih kepada istrinya yang telah memberikan informasi akurat terkait peristiwa tersebut, serta mencegah tersebarnya rumor tentang kondisinya.
Dubes Iran juga mengapresiasi para dokter Lebanon dan Iran yang telah merawat dan mengobatinya.
Saat ditanya kanal Khabar terkait berbagai berita tentang pembelian pager-pager tersebut, Amani mengatakan,”Ada beberapa versi berbeda tentang masalah ini. Namun kabarnya, pager-pager ini dibeli dari Taiwan. Taiwan mengaku bahwa hal ini dilakukan di sebuah negara Eropa dan menyatakan tidak terlibat dalam memasang bom di dalam pager.”
Amani juga menyinggung beberapa versi lain yang menyatakan keterlibatan beberapa negara Eropa dalam memasang bom di pager-pager tersebut. Ia mengatakan,”Menurut versi lain, bom dipasang oleh pihak Israel di dalam pager di sebuah kapal kargo.”
Dubes Iran membantah keras rumor keterlibatan Teheran dalam pembelian pager-pager tersebut. Amani menambahkan, masih belum ada versi akurat tentang pemasangan bom di pager-pager tersebut. Dengan demikian, tidak bisa dikatakan mana versi yang paling tepat dan akurat soal masalah ini.
