Loading

Ketik untuk mencari

Eropa Iran

Petinggi Parlemen Eropa: Beda dengan AS yang Bikin Gaduh, Iran Tak Lakukan Pelanggaran di JCPOA

Petinggi Parlemen Eropa: Beda dengan AS yang Bikin Gaduh, Iran Tak Lakukan Pelanggaran di JCPOA

POROS PERLAWANAN – Ketua Komite Hubungan dengan Iran di Parlemen Eropa, Cornelia Ernst menegaskan bahwa perundingan dengan Teheran harus dimulai kembali.

“Iran tidak melakukan pelanggaran terkait kesepakatan nuklir,” kata Ernst dalam wawancara dengan al-Jazeera, seperti dilansir Fars.

“Washington yang mesti mengambil langkah pertama, sebab mereka yang membuat kegaduhan terlebih dahulu,” imbuh Ernst.

“Keliru jika Prancis dan Inggris tidak melakukan kebijakan pencabutan sanksi-sanksi dari Iran.”

“Perundingan dengan Iran harus dimulai sekarang, dan Uni Eropa mesti menjadi mediator,” tandasnya.

Statemen petinggi Parlemen Eropa ini dirilis di saat Washington menyatakan baru akan kembali ke JCPOA jika Iran kembali kepada komitmennya.

Tuntutan aneh ini diajukan Washington, padahal AS sendiri yang melanggar JCPOA dengan keluar secara sepihak dari perjanjian.

JCPOA adalah perjanjian antara Iran dan lima negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Rusia, Prancis, Inggris, dan China) beserta Jerman (yang dinamakan kelompok 5+1). Kesepakatan ini dijalin pada Juli 2015 lalu.

Sejak awal, AS telah mengingkari janji dan berusaha untuk mengurangi aspek keuntungan ekonomi Iran dalam JCPOA. Pelanggaran AS kian bertambah seiring naiknya Donald Trump ke puncak kekuasaan AS. Dia berkali-kali mengancam akan menarik negaranya keluar dari kesepakatan tersebut.

Akhirnya pada tanggal 8 Mei 2018, Trump secara resmi mengeluarkan AS dari JCPOA dan kembali mengaktifkan sanksi-sanksi atas Iran.

Di lain pihak, Saudi baru-baru ini menuntut untuk menjadi partisipan utama dalam tiap perundingan nuklir dengan Iran.

Kabinet Pemerintahan Saudi dalam pertemuan Selasa malam lalu yang dipimpin Raja Salman menyebut aktivitas-aktivitas Iran di Kawasan sebagai ancaman dan mengklaim, ”Negara-negara yang paling terancam oleh Iran harus menjadi pihak utama dalam tiap perundingan internasional terkait kesepakatan nuklir Iran.”

Sebelum ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam wawancara dengan stasiun televisi Saudi mengklaim, Riyadh harus menjadi bagian dalam kesepakatan apa pun dengan Iran.

“Kita tidak boleh mengulang kesalahan yang terjadi pada 2015, yaitu tidak menyertakan negara-negara di Kawasan dalam kesepakatan dengan Iran,” ujar Macron.

Di pihak lain, Jubir Uni Eropa Peter Stano menyebut statemen Macron ini sebagai “sikap pribadi”.

Peter Stano menegaskan bahwa Uni Eropa masih berkomitmen pada JCPOA saat ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *