Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Politisi Senior Republik Islam Iran: Turki Terjebak dalam Perangkap Amerika dan Israel

POROS PERLAWANAN – Politisi Senior Republik Islam Iran, Ali Akbar Velayati mengkritik kebijakan Turki dalam perkembangan terkini di Asia Barat. Dalam wawancara eksklusif dengan Tasnim News Agency, pada Selasa malam 3 Desember, Velayati menyoroti peran Turki yang dinilainya sebagai alat bagi kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Turki, Alat Amerika dan Israel?

Velayati menyatakan bahwa Turki, yang memiliki sejarah panjang dalam dunia Islam dan dikenal dengan para ulama besar, kini telah terperosok dalam jebakan yang dirancang AS dan Zionis. “Sayangnya, Turki dalam beberapa waktu terakhir menjadi alat untuk melayani kepentingan Amerika dan rezim Zionis,” ujarnya.

Ia mengulas sejarah peran Turki dalam dinamika Kawasan, terutama sejak munculnya Arab Spring—yang oleh beberapa pihak disebut sebagai “Kebangkitan Islam”. Menurutnya, gerakan rakyat di Tunisia dan Mesir yang berhasil menggulingkan pemimpin otoriter seperti Zine El Abidine Ben Ali dan Hosni Mubarak memberikan harapan besar bagi kebangkitan pemerintahan Islam di wilayah tersebut. Namun, intervensi AS dan sekutunya membelokkan arah perubahan tersebut, dengan menggulingkan pemimpin terpilih seperti Mohamed Morsi di Mesir.

Turki dalam Konflik Libya dan Suriah

Velayati juga mengkritik keras keterlibatan Turki dalam konflik di Libya dan Suriah. Menurutnya, setelah kejatuhan Moammar Gaddafi, Turki bergabung dengan aliansi pimpinan AS yang bertujuan memecah-belah Libya. “Kita masih ingat bagaimana pesawat-pesawat Amerika dan Inggris lepas landas dari pangkalan Izmir dan Incirlik di Turki untuk membombardir Libya,” katanya.

Di Suriah, yang sebelumnya memiliki hubungan erat dengan Turki, perubahan sikap Ankara dinilai mengejutkan. “Sebelum konflik Suriah, Turki dan Suriah bahkan menggelar pertemuan Kabinet bersama secara rutin. Namun, di bawah tekanan AS, Turki berbalik arah dan mendukung kelompok-kelompok pemberontak,” ujar Velayati.

Harapan kepada Hakan Fidan

Velayati mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan luar negeri Turki di bawah pemerintahan saat ini. Meski sempat menaruh harapan pada Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan yang dikenal berpengalaman, ia menilai bahwa Turki tetap berjalan di jalur yang salah. “Kami tidak menyangka negara yang begitu berakar dalam Islam, dengan warisan ulama besar, bisa jatuh dalam perangkap ini,” katanya.

Velayati juga menyinggung sejarah penolakan Sultan Abdul Hamid II terhadap tawaran Zionis untuk membeli tanah Palestina. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Turki saat ini mencoreng sejarah panjang perjuangan umat Islam di negara tersebut.

Dukungan Iran untuk Suriah

Dalam wawancara tersebut, Velayati menegaskan kembali komitmen Iran untuk mendukung Suriah. “Republik Islam Iran, bersama sekutunya seperti Rusia, Hizbullah Lebanon, dan Houthi Yaman, akan terus berdiri bersama rakyat Suriah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan AS dan sekutunya untuk berhenti mengobarkan konflik di wilayah tersebut. “Pemerintahan Trump, seperti pendahulunya, hanya pandai menyulut api perang. Jika mereka ingin belajar, sejarah akan menunjukkan bahwa dunia kini lebih kompleks dan tidak ada negara merdeka yang akan tunduk pada ancaman mereka,” tutupnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *