Velayati: Pengorbanan Hizbullah di Palestina Bukti Langka Persatuan Sunni-Syiah dalam Sejarah Islam
POROS PERLAWANAN – Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran untuk urusan internasional, Ali Akbar Velayati menyoroti dinamika terkini di Asia Barat, terutama Perlawanan Palestina dan dukungan tak tergoyahkan dari Hizbullah Lebanon. Menurutnya, pejuang Hizbullah telah menunjukkan pengorbanan yang tak tertandingi demi membela saudara-saudara Muslim mereka di Palestina, hal yang menciptakan contoh persatuan Sunni-Syiah yang langka dalam sejarah Islam.
Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Tasnim News Agency, pada Selasa 3 Desember, ketika Velayati menggambarkan perjuangan ini sebagai babak baru yang lebih intens dan penuh harapan dalam menghadapi rezim Zionis Israel.
Perjuangan Palestina yang Tak Tertandingi
Velayati menyatakan bahwa perkembangan perlawanan rakyat Palestina, terutama oleh Hamas dan Jihad Islam, telah mencapai tingkat yang luar biasa. “Pejuang Palestina, khususnya Hamas, telah melakukan upaya heroik yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa serangan brutal dan biadab dari rezim Zionis justru memperkuat tekad rakyat Palestina, yang kini mendapat dukungan luas dari masyarakat internasional, baik Muslim maupun non-Muslim.
Ia mencatat bahwa aksi solidaritas global terhadap Palestina semakin massif, dengan protes dan demonstrasi besar-besaran melawan Zionisme dan para pendukungnya di seluruh dunia. “Zionis kini berada di puncak kelemahan dan kekacauan akibat kekalahan beruntun mereka,” tegasnya.
Pengorbanan Hizbullah untuk Palestina
Velayati memuji kontribusi luar biasa dari Hizbullah Lebanon dalam mendukung perjuangan Palestina. “Pejuang Hizbullah telah menunjukkan pengorbanan yang tak tertandingi demi membela saudara-saudara Muslim mereka di Palestina, menciptakan contoh persatuan Sunni-Syiah yang langka dalam sejarah Islam,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kontribusi besar para pemimpin Hizbullah seperti Sayyid Hasan Nasrallah, Sayyid Hasyim Shafi al-Din, dan para komandan seperti Imad Mughniyah. Velayati menekankan bahwa dukungan ini tidak hanya datang dari komunitas Muslim, tetapi juga dari warga Kristen dan Druze di Lebanon, yang tetap teguh meski menghadapi tantangan berat.
Kemenangan dan Harapan untuk Gaza
“Perlawanan yang tidak seimbang ini akhirnya membuahkan kemenangan bagi pejuang Lebanon, dan dengan dukungan terus-menerus dari negara-negara dalam Poros Perlawanan, Gaza juga akan segera terbebaskan,” kata Velayati dengan penuh optimisme. Ia menyebut rezim Zionis sebagai “Tentara Salib yang datang terlambat” yang akan menghadapi kehancuran memalukan di tanah suci Palestina.
Manipulasi Media Barat dan Krisis Suriah
Velayati mengkritik keras peran media Barat dalam memutarbalikkan fakta konflik. “Segera setelah gencatan senjata di Lebanon, mereka menggelar sandiwara yang telah direncanakan sebelumnya, menggambarkan Zionis sebagai pemenang, sementara kenyataannya berbeda,” ujarnya.
Ia juga menyoroti upaya kelompok teroris seperti Hayat Tahrir al-Sham di Suriah, yang menurut narasi media Barat diproyeksikan akan menggulingkan Pemerintah Suriah. “Propaganda ini adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari kemenangan Perlawanan di Lebanon dan Palestina,” katanya.
Velayati berkeyakinan bahwa dukungan penuh dari Poros Perlawanan—termasuk Iran, Hizbullah, dan kelompok lain—akan terus memperkuat perjuangan Palestina dan memastikan masa depan yang bebas dari dominasi Zionisme.
