Presiden Kuba: AS Ingin ‘Mencekik’ Ekonomi Havana
POROS PERLAWANAN — Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel mengatakan bahwa Amerika Serikat terus menjalankan strategi tekanan sistematis untuk melumpuhkan ekonomi negaranya melalui blokade finansial, pembatasan energi, dan isolasi perdagangan internasional.
Pernyataan itu disampaikan Díaz-Canel di tengah memburuknya kondisi ekonomi Kuba yang dalam beberapa tahun terakhir dihantam krisis energi, inflasi, dan keterbatasan akses terhadap pasar global. Menurut Havana, situasi tersebut tidak dapat dipisahkan dari kebijakan sanksi Washington yang terus diperketat.
Dalam keterangannya yang dikutip Al Mayadeen melalui laporan Mehr News Agency pada Rabu 20 Mei, Díaz-Canel menegaskan tekanan ekonomi yang dialami Kuba merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan Amerika Serikat terhadap Havana.
“Apa yang dialami Kuba hari ini merupakan akibat dari tindakan Amerika Serikat yang bertujuan mencekik ekonomi kami,” kata Díaz-Canel.
Pemerintah Kuba juga membantah pernyataan Washington yang menyebut telah melonggarkan pembatasan distribusi bahan bakar ke negara tersebut. Díaz-Canel menilai pernyataan itu tidak didukung fakta dan hanya menjadi bagian dari narasi politik Amerika Serikat.
“Amerika terus menyebarkan informasi menyesatkan tanpa bukti yang valid,” ujarnya.
Menurut Díaz-Canel, Washington secara sengaja menutup akses Kuba terhadap sumber daya finansial dan material guna memperbesar tekanan ekonomi domestik. Kebijakan tersebut, kata dia, tidak hanya diarahkan kepada Pemerintah Kuba, tetapi juga menyasar perusahaan dan negara asing yang menjalin hubungan dagang dengan Havana, terutama di sektor energi.
“Pihak yang bertanggung jawab atas krisis ini adalah mereka yang memerintahkan penutupan seluruh akses Kuba terhadap sumber daya material dan keuangan,” katanya.
Díaz-Canel menilai tekanan terhadap Kuba dijalankan melalui kombinasi embargo ekonomi, ancaman sanksi sekunder, serta intimidasi terhadap perusahaan internasional yang tetap berbisnis dengan Havana.
Sektor energi disebut menjadi salah satu target utama tekanan Washington karena memiliki posisi vital dalam menopang stabilitas ekonomi dan layanan publik Kuba.
Dalam bagian lain pernyataannya, Díaz-Canel mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki rekam jejak panjang menggunakan tekanan ekonomi dan kekuatan politik berbasis narasi yang menyesatkan untuk mempertahankan dominasi geopolitik global.
“Washington berkali-kali menggunakan tekanan dan kekuatan berdasarkan kebohongan dalam berbagai fase sejarah,” ujarnya.
Pernyataan Presiden Kuba muncul ketika Havana menghadapi salah satu tekanan ekonomi terberat dalam beberapa dekade terakhir. Krisis pasokan energi, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan melemahnya aktivitas ekonomi terus memicu ketegangan sosial di negara Karibia tersebut.
Pemerintah Kuba selama ini berulang kali menegaskan embargo ekonomi Amerika Serikat menjadi faktor utama yang memperdalam krisis domestik dan menghambat pemulihan ekonomi nasional.
