Presiden Lebanon Perintahkan Tindakan Militer terhadap Serangan Pasukan al-Jolani
POROS PERLAWANAN – Presiden Lebanon, Joseph Aoun mengumumkan bahwa ia telah memberikan instruksi kepada Angkatan Bersenjata Lebanon untuk menghadapi dan merespons serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Suriah yang dipimpin oleh al-Jolani.
Menurut laporan Kantor Berita Farsnews, serangan pemberontak bersenjata Suriah terhadap wilayah perbatasan Lebanon masih terus berlangsung. Sumber-sumber berita di Lebanon melaporkan bahwa situasi di perbatasan dengan Suriah sangat rapuh, dengan kondisi keamanan yang tidak stabil.
Saluran berita Al-Manar juga melaporkan bahwa pasukan pemberontak Suriah pimpinan al-Jolani telah melancarkan serangan artileri dan roket yang menyasar permukiman warga di berbagai kota kecil dan desa di wilayah Al-Hermel, Lebanon.
Dalam serangan tersebut, satu warga sipil tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, serangan ini juga menyebabkan kerusakan signifikan terhadap rumah-rumah serta toko milik warga Lebanon.
Respons Angkatan Bersenjata Lebanon
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Lebanon segera mengambil langkah-langkah taktis untuk mengatasi situasi ini dan mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin 17 Maret, menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan luar biasa telah diterapkan guna menangkal serangan tersebut.
Militer Lebanon menyatakan bahwa sejak tadi malam hingga pagi ini, mereka telah melakukan berbagai kontak diplomatik dan militer intensif untuk menghentikan serangan. Pasukan Lebanon juga telah merespons dengan kekuatan yang sesuai, menggunakan persenjataan yang diperlukan.
Selain itu, Angkatan Bersenjata Lebanon mengonfirmasi bahwa mereka telah memperkuat kehadiran pasukan di wilayah perbatasan guna menjaga stabilitas keamanan. Militer Lebanon juga menekankan bahwa komunikasi antara Komando Militer Lebanon dan kelompok pemberontak Suriah masih berlangsung untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Pernyataan Presiden Lebanon
Dalam konferensi persnya, Presiden Joseph Aoun menegaskan bahwa ketegangan di perbatasan timur dan timur laut Lebanon tidak bisa dibiarkan berlanjut.
“Kami tidak akan membiarkan insiden seperti ini terus berlanjut,” tegasnya. “Saya telah memerintahkan Angkatan Bersenjata untuk merespons dan menargetkan sumber serangan ini.”
Selain itu, Presiden Aoun melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raji, yang saat ini berada di Brussels. Dalam pembicaraan tersebut, ia meminta langkah diplomatik segera dengan delegasi Suriah untuk mencari solusi atas permasalahan ini.
Konflik dengan Warga Sipil dan Korban di Lapangan
Di lapangan, situasi semakin memanas setelah lima orang pemberontak bersenjata pimpinan al-Jolani yang memasuki Lebanon melalui Al-Hermel terlibat bentrokan dengan warga sipil setempat.
Menurut sumber lokal, dalam peristiwa ini tiga pemberontak tewas, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dan terpaksa mundur dari lokasi.
Pernyataan Hizbullah
Di tengah meningkatnya ketegangan, Kelompok Perlawanan Hizbullah Lebanon kembali menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam insiden yang terjadi di perbatasan Suriah-Lebanon.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin 17 Maret, Hizbullah menyatakan: “Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, kami kembali menegaskan bahwa insiden yang terjadi di dalam wilayah Suriah tidak ada hubungannya dengan kami.”
Serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Suriah pimpinan al-Jolani terhadap wilayah Lebanon terus memicu ketegangan. Pemerintah Lebanon, melalui Presiden Joseph Aoun, telah memberikan mandat kepada Angkatan Bersenjata untuk mengambil tindakan tegas dalam menanggapi agresi tersebut.
Sementara upaya diplomatik tengah dilakukan melalui komunikasi dengan pihak Suriah, situasi di perbatasan tetap genting, dengan Militer Lebanon dalam kesiagaan penuh menghadapi segala kemungkinan eskalasi konflik.
