Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Protes Anggota Kongres AS: Kurang dari 2 Pekan, Trump Habiskan $19 Miliar dalam ‘Perang Gegabah’ AS–Israel Lawan Iran

POROS PERLAWANAN — Anggota Kongres Amerika Serikat, Jim McGovern mengecam biaya besar perang yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. McGovern menyebut Presiden Donald Trump telah menghabiskan sekitar 19 miliar Dolar AS dalam waktu kurang dari dua pekan konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan McGovern melalui akun X pada Sabtu 14 Maret. Politikus dari Negara Bagian Massachusetts tersebut menilai dana tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan kesehatan publik di Amerika Serikat.

“Dalam waktu kurang dari dua minggu, Trump telah menghabiskan 19 miliar Dolar untuk perang Iran yang gegabah. Jumlah itu dua kali lipat dari anggaran tahunan untuk pencegahan penyakit menular di Amerika Serikat”, tulis McGovern.

McGovern juga menyinggung hubungan kebijakan perang dengan kepentingan industri energi dan kontraktor militer.

“Trump memperkaya donatur miliarder dari perusahaan minyak besar dan kontraktor pertahanan, bukan melindungi kesehatan rakyat Amerika. Begitu banyak omong kosong tentang MAHA (Make America Healthy Again)”, lanjutnya.

Biaya Perang Terus Meningkat

Laporan Pentagon kepada Kongres menunjukkan biaya operasi militer meningkat tajam sejak konflik dimulai. Amerika Serikat menghabiskan sedikitnya 11 miliar Dolar hanya pada minggu pertama perang.

Setelah periode awal tersebut, pengeluaran Militer dilaporkan melampaui 1 miliar Dolar per hari untuk mendukung operasi militer bersama Israel terhadap Iran.

Operasi militer dimulai pada akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Ibu Kota Teheran.

Iran Lancarkan Serangan Balasan

Setelah serangan tersebut, Militer Iran meluncurkan operasi balasan dengan menargetkan fasilitas militer yang berkaitan dengan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Serangan balasan mencakup peluncuran rudal balistik serta drone ke wilayah yang dikuasai Israel dan beberapa pangkalan militer Amerika di Kawasan.

Menurut Kementerian Pertahanan Iran, ratusan personel Militer Amerika dilaporkan tewas di berbagai pangkalan sejak konflik dimulai.

Pejabat Iran menyebut serangan terhadap pangkalan militer Amerika sebagai tindakan pembelaan diri. Pemerintah Iran merujuk Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan hak bagi negara untuk mempertahankan diri dari tindakan agresi militer.

Konflik yang terus berkembang tersebut memicu perdebatan politik di Amerika Serikat terkait biaya perang serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *