Protes Meluas di AS Usai Petugas Imigrasi Tembak Fatal Warga Sipil
POROS PERLAWANAN — Gelombang protes terus berlanjut di berbagai wilayah Amerika Serikat menyusul penembakan fatal terhadap seorang warga sipil oleh petugas imigrasi di Negara Bagian Minnesota. Insiden tersebut memicu kemarahan publik di tengah meningkatnya ketegangan politik dan sosial terkait kebijakan imigrasi.
Korban diketahui bernama Renee Nicole McLean Goode, ibu tiga anak berusia 37 tahun, yang ditembak di bagian kepala di sebuah kawasan permukiman di selatan pusat kota Minneapolis pada Rabu lalu, menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Minggu 11 Januari. Peristiwa penembakan tersebut direkam oleh saksi mata dan beredar luas di media daring.
Versi Aparat dan Rekaman Video
Pihak kepolisian Amerika Serikat menyatakan bahwa korban berusaha menghalangi operasi deportasi dengan menggunakan kendaraannya. Menurut klaim aparat penegak hukum, seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) melepaskan tembakan setelah kendaraan tersebut diduga mencoba menabrak petugas.
Namun, rekaman video yang beredar menunjukkan situasi berbeda. Dalam video tersebut, kendaraan tampak bergerak sangat lambat dan dikelilingi sejumlah petugas bersenjata. Saat mobil mulai bergerak, beberapa tembakan dilepaskan, menyebabkan kendaraan melaju tak terkendali dan akhirnya menabrak tiang listrik.
Protes dan Tuntutan Penegakan Hukum
Insiden tersebut memicu seruan demonstrasi besar-besaran di berbagai kota di Amerika Serikat. Para pengunjuk rasa menuntut penyelidikan independen dan penuntutan terhadap petugas yang terlibat dalam penembakan tersebut.
Sedikitnya 15 Negara Bagian dilaporkan menggelar aksi protes yang menyerukan penarikan pasukan Federal serta pertanggungjawaban hukum aparat yang terlibat.
Kritik dari Anggota Kongres
Sejumlah anggota Kongres AS juga menyuarakan kritik terhadap penanganan represif oleh aparat imigrasi. Beberapa legislator, termasuk Perwakilan Demokrat, Ilhan Omar menyatakan bahwa mereka dicegah mengunjungi pusat penahanan imigrasi di Minneapolis.
Menurut para anggota Kongres tersebut, pembatasan akses itu dinilai menghambat fungsi pengawasan legislatif. Anggota Kongres Demokrat, Kayleigh Morrison mengatakan bahwa kunjungan mereka dibatasi secara ketat dan tidak memungkinkan interaksi dengan para tahanan.
“Kami hanya diizinkan masuk dalam waktu sangat singkat. Kami melihat banyak anak muda duduk dengan kepala tertunduk, dan kami tidak diizinkan berbicara dengan siapa pun,” ujar Morrison.
Ilhan Omar menegaskan bahwa praktik penahanan tidak hanya menyasar imigran tidak berdokumen. “Ini bukan semata soal menahan orang yang melanggar hukum imigrasi, tetapi juga mencakup penahanan terhadap warga negara Amerika,” katanya.
Demonstrasi di Los Angeles
Aksi protes juga berlangsung di Los Angeles. Rekaman drone yang dilaporkan ABC menunjukkan ribuan demonstran berbaris di pusat kota pada Sabtu untuk mengecam penembakan fatal tersebut.
Para pengunjuk rasa membawa plakat yang menentang ICE dan menuntut penghentian penggunaan kekerasan oleh aparat imigrasi terhadap warga sipil.
