Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Protes Meluas di Berbagai Kota AS Menentang Kebijakan Trump dan Imigrasi

POROS PERLAWANAN — Protes besar terus bergulir di sejumlah kota di Amerika Serikat terhadap kebijakan Presiden Donald Trump soal imigrasi dan operasi penegakan yang dipimpin oleh Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Gelombang unjuk rasa muncul setelah penembakan fatal oleh Agen Federal di Minneapolis yang memicu kecaman nasional dan seruan perubahan kebijakan.

Mengungkap Abc7chicago, protes di Chicago menjadi salah satu yang paling besar, dengan demonstran berkumpul di pusat kota dan di sekitar Congress Plaza menuntut diakhirinya operasi Federal serta pembubaran ICE. Ribuan warga, termasuk tokoh lokal, mengutuk penembakan seorang perawat oleh aparat Federal dalam operasi imigrasi terbaru.

Unjuk rasa serupa juga dilaksanakan di New York, San Francisco, Boston, Los Angeles, dan Providence. Demonstran mengecam penggunaan kekuatan berlebihan oleh Agen Federal dan menekankan kebutuhan reformasi kebijakan imigrasi serta akuntabilitas aparat.

Laporan Reuters pada Selasa 27 Januari menyebutkan bahwa gelombang protes dipicu insiden Alex Jeffrey Pretti, seorang perawat ICU berusia 37 tahun, yang ditembak mati oleh Agen Federal selama operasi penegakan imigrasi di Minneapolis pada 24 Januari 2026. Catatan media internasional menunjukkan video saksi yang memperlihatkan Pretti tidak bersenjata dan mencoba membantu orang lain saat insiden terjadi, meskipun pihak Federal menyatakan insiden itu merupakan tindakan membela diri.

Penembakan Pretti merupakan kasus fatal kedua yang melibatkan Agen Federal di Minneapolis dalam beberapa pekan terakhir, setelah insiden serupa menewaskan Renée Good pada awal Januari. Kedua peristiwa ini telah memperdalam ketegangan antara pejabat Federal dan Negara Bagian, terutama Pemerintah Minnesota yang menolak campur tangan Federal.

Demonstran menuntut tindakan hukum terhadap agen yang terlibat dan perubahan besar dalam kebijakan imigrasi. Beberapa pemimpin lokal menyerukan agar operasi imigrasi besar-besaran dihentikan, sementara legislator di tingkat nasional membuka kemungkinan peninjauan anggaran untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) jika tidak ada reformasi yang memadai.

Menurut The Guardian, demonstrasi berlangsung dalam suhu ekstrem di beberapa kota dan menunjukkan solidaritas luas baik di daerah urban maupun komunitas imigran. Para peserta meneriakkan tuntutan untuk keadilan bagi korban, penghormatan terhadap hak sipil, dan penolakan terhadap kekerasan aparat Federal.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *