Proyek Properti Klan Trump Picu Demo Besar di Albania
POROS PERLAWANAN – Pembangunan proyek resor mewah yang didukung oleh Ivanka Trump dan Jared Kushner di salah satu kawasan pesisir paling alami di Albania telah memicu gelombang protes besar. Ribuan warga turun ke jalan menentang proyek ini, yang dianggap mengancam lingkungan hidup dan hak masyarakat lokal.
Dikutip Fars dari Washington Post, demonstrasi dimulai sejak Minggu lalu, bertepatan dengan masuknya alat berat ke lokasi proyek. Kehadiran mesin konstruksi menandai dimulainya pembangunan, sehingga memicu kemarahan warga dan aktivis lingkungan.
Proyek tersebut terdiri dari dua bagian: sebuah kompleks wisata di sepanjang pesisir Adriatik dan sebuah resor mewah di Pulau Sazan, yang sebelumnya merupakan pangkalan militer era komunis.
Ivanka Trump menggambarkan proyek ini sebagai “hasil dari seluruh pengalamannya di bidang properti.” Ia mengatakan bahwa ia dan Kushner menemukan lokasi tersebut secara kebetulan saat melakukan perjalanan laut, dan keindahan Pulau Sazan membuat mereka langsung memutuskan untuk berinvestasi.
Namun, aktivis lingkungan menilai kawasan itu adalah salah satu ekosistem paling berharga di Mediterania. Narta Lagoon dan sekitarnya terdiri atas bukit pasir, hutan, rawa, dan laguna yang menjadi habitat penting bagi burung migrasi. Seorang aktivis menggambarkan proyek ini sebagai “penghancuran total alam.”
Organisasi burung di Albania menambahkan bahwa kawasan tersebut adalah koridor migrasi utama, sehingga pembangunan gedung tinggi tidak sesuai dengan status kawasan lindung.
Protes berlanjut selama beberapa hari berturut-turut. Para demonstran tidak hanya mengecam keluarga Trump-Kushner, tetapi juga menuding Pemerintah Albania dan Perdana Menteri Edi Rama telah mengorbankan lingkungan demi keuntungan politik dan ekonomi.
Sejumlah aktivis menuduh Pemerintah sengaja mengubah atau mengabaikan aturan lingkungan. Mereka menuntut pembatalan proyek serta pencabutan undang-undang baru yang memungkinkan pembangunan di kawasan lindung.
Di sisi lain, Perdana Menteri Rama membela proyek ini sebagai peluang untuk menjadikan Albania destinasi wisata mewah di Balkan. Ia berpendapat bahwa ekonomi Albania tidak boleh bergantung pada pariwisata murah, melainkan harus menarik investasi besar yang bisa meningkatkan pendapatan negara.
Salah satu bagian paling kontroversial dari proyek ini berada di kawasan lindung Zornce, yang sebelumnya bahkan melarang pendirian kamp sederhana. Namun, pada tahun 2024 Pemerintah Albania merevisi undang-undang kawasan lindung untuk memungkinkan pembangunan resor bintang lima.
Selain isu lingkungan, demonstran juga menuntut transparansi terkait peran perusahaan investasi Affinity Partners milik Jared Kushner. Perusahaan ini didirikan setelah berakhirnya masa jabatan pertama Trump. Menurut dokumen resmi, perusahaan ini telah mengumpulkan sekitar tiga miliar Dolar AS, termasuk dua miliar dari Dana Kekayaan Nasional Arab Saudi.
Kushner sebelumnya menyatakan minat berinvestasi di Israel, namun dalam beberapa tahun terakhir ia juga menaruh perhatian besar pada Balkan, termasuk Serbia dan Albania.
