Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Rudal-rudal Iran Disfungsikan ‘Otak’ Operasi-operasi Udara AS di Asia Barat

POROS PERLAWANAN – Pusat Komando Angkatan Udara AS, yang selama lebih dari dua dekade bertanggung jawab atas pengarahan operasi udara negara tersebut di kawasan Asia Barat, menjadi sasaran serangan rudal langsung Iran pada minggu-minggu awal perang dan menjadi tidak berfungsi sama sekali.

Dilansir Fars, berita ini pertama kali dipublikasikan pada Jumat 5 Juni oleh majalah Angkatan Udara dan Luar Angkasa AS (Air & Space Forces), yang mengutip dari pejabat senior AS dan sumber-sumber terpercaya lainnya.

Menurut laporan tersebut, para pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa beberapa rudal Iran menghantam Pusat Operasi Udara Gabungan (CAOC) di Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar, sehingga membuat fasilitas tersebut tidak dapat beroperasi sama sekali.

‘Otak’ Operasi-operasi Udara

Pusat tersebut, yang berlokasi di Pangkalan Udara al-Udeid dekat Doha, Ibu Kota Qatar, selama lebih dari 20 tahun dikenal sebagai “otak” dan pusat komando untuk semua operasi udara AS di Kawasan.

Faktanya, pusat komando tersebut bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengoordinasikan semua operasi udara koalisi yang dipimpin AS di Kawasan, yang mencakup 21 negara di Asia Barat dan Asia Tengah. Kawasan ini membentang dari Mesir di Afrika Utara hingga Kazakhstan di Asia Tengah.

Bagi Amerika, pusat tersebut, yang dijalankan bekerja sama dengan sekutu seperti Inggris dan Prancis, bertanggung jawab atas perencanaan, pengarahan, dan koordinasi pengeboman, pengisian bahan bakar udara, misi pencarian dan penyelamatan, serta dukungan udara bagi pasukan darat.

Kehancuran pada Minggu-Minggu Awal Perang

Menurut laporan majalah Amerika ini, Iran pada minggu-minggu awal perang (akhir Februari 2026) meluncurkan beberapa rudal ke fasilitas tersebut.

Hantaman rudal-rudal tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan peralatan, sehingga fasilitas tersebut pada dasarnya menjadi “tidak dapat beroperasi’.”

Meski demikian, Militer AS mengeklaim telah mengantisipasi serangan semacam itu berbulan-bulan sebelumnya. Sebab itu, AS mengaku telah mengevakuasi seluruh personel kuncinya dari pangkalan tersebut serta memindahkan peralatan utamanya ke Pangkalan Angkatan Udara Shaw di South Carolina sebelum perang dimulai.

Klaim Militer AS ini muncul meskipun ada laporan sebelumnya dari media investigasi seperti The Intercept, yang menyatakan bahwa Pemerintah AS secara agresif berusaha menyembunyikan jumlah korban dan kerusakan yang diderita negara tersebut selama perang.

Masa Depan Pangkalan yang Tidak Pasti

Majalah Air & Space Forces dalam laporannya menyatakan, dekatnya pangkalan tersebut dengan wilayah Iran dan kerusakan yang diakibatkannya telah memicu diskusi di Pentagon mengenai perlunya membangun kembali pangkalan tersebut di Qatar. Namun, Komando Pusat Angkatan Udara AS saat ini beroperasi dari Pangkalan Angkatan Udara Shaw di South Carolina.

Majalah tersebut mengakhiri laporannya dengan menyatakan, serangan Iran telah membuat para pejabat Pentagon meyakini bahwa kehadiran AS di Asia Barat akan sangat berbeda di masa depan.

“Kita tidak tahu seperti apa situasi kita di masa depan. Kita tidak tahu bagaimana pangkalan-pangkalan tersebut akan dibangun kembali,” kata Jules K. Hurst III, Inspektur Jenderal sementara Kementerian Perang, kepada Subkomite Alokasi Anggaran Senat untuk Pertahanan pada bulan lalu.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *