Qalibaf: Israel Takkan Bertahan Beberapa Hari Tanpa Barat, Iran Siap Balas Setiap Agresi
POROS PERLAWANAN — Ketua Majelis Permusyawaratan Islam Iran, Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa rezim Zionis Israel tidak akan mampu bertahan menghadapi kekuatan Iran tanpa sokongan langsung dari Barat, terutama Amerika Serikat. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah upacara penghormatan para syuhada di Teheran, pada Rabu 2 Juli.
“Jika rezim Zionis berdiri sendiri, maka ia tidak berarti apa-apa di hadapan Republik Islam. Tanpa dukungan Washington, mereka takkan mampu bertahan bahkan beberapa hari,” tegas Qalibaf, sebagaimana dilansir kantor berita Tasnim News.
Qalibaf menyoroti bahwa kekuatan militer Iran kini berada pada kesiagaan penuh. Menanggapi eskalasi terbaru antara Iran dan aliansi Barat, ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan diam terhadap setiap bentuk agresi militer.
“Ketika Amerika menyerang, mereka menerima balasan telak dalam hitungan jam dan langsung mendesak gencatan senjata. Ini mencerminkan otoritas sistem Islam dan kekuatan budaya perlawanan yang berakar pada pengorbanan,” ungkapnya.
Ia menyebut bahwa Iran, dalam operasi balasan tersebut, meluncurkan lebih dari 350 drone tempur dan 150 rudal ke berbagai titik vital di Wilayah Pendudukan, termasuk benteng pertahanan di Beersheba yang diklaim berhasil ditembus, ebuah pukulan terhadap sistem Iron Dome yang selama ini digadang sebagai pelindung mutlak Israel.
Syuhada sebagai Poros Peradaban dan Masa Depan
Qalibaf menyampaikan bahwa para syuhada telah menjadi pelopor jalan Jihad dan Perlawanan. Baginya, perjuangan mereka bukan semata bagian dari sejarah, melainkan fondasi dari masa depan strategis Republik Islam Iran.
“Mereka telah mengorbankan jiwa, harta, bahkan keluarga demi jalan ini. Kami takkan pernah mengkhianati perjanjian kami dengan para syuhada dan bangsa ini,” katanya penuh keyakinan.
Mengutip ayat suci Al-Quran, Qalibaf menekankan bahwa cahaya kebenaran tidak akan pernah bisa dipadamkan oleh propaganda Barat, perang kognitif, atau media yang sarat fitnah. “Kebenaran akan unggul, meskipun orang-orang musyrik membencinya,” ujarnya mengutip surah At-Taubah.
Kesatuan Rakyat adalah Kunci Kemenangan
Qalibaf menegaskan bahwa keberhasilan Iran dalam menghadapi agresi bukan hanya karena kekuatan militer, melainkan juga karena soliditas antara rakyat, militer, dan kalangan intelektual yang bersatu di jalan Tuhan.
“Bangsa ini, dari berbagai lapisan dan latar, bersatu di jalan keimanan dan ketulusan. Inilah kekuatan sejati kami,” katanya, menyapa para pejuang, ilmuwan, dan rakyat Iran dengan penuh hormat.
Dalam penutupnya, ia mempertegas komitmen penuh terhadap Tanah Air dan Revolusi Islam, seraya menggarisbawahi kesiapan Iran untuk merespons agresi dalam bentuk apa pun.
“Tidak akan ada sejengkal pun tanah ini yang akan dibiarkan lepas. Kami akan berdiri sampai napas terakhir untuk membela rakyat dan Republik Islam. Jalan ini adalah jalan kemenangan,” tandasnya.
