Qalibaf: Israel Tidak Akan Bertahan, Kami Menyerang di Mana pun Kami Mau
POROS PERLAWANAN — Ketua Majelis Permusyawaratan Islam Iran, Mohammad Baqir Qalibaf menegaskan bahwa rezim Zionis tidak akan mampu bertahan menghadapi gelombang serangan perlawanan. Dalam wawancaranya dengan Kantor Berita Tasnim pada Kamis malam 19 Juni, ia menyatakan bahwa Iran telah sekian lama menahan diri, namun kesabaran itu bukan tanpa batas.
“Jika rezim Zionis masih memiliki keyakinan pada keberlanjutan eksistensinya, mereka keliru. Kami telah menunjukkan pengekangan, tapi mereka harus tahu, bangsa kami bukan seperti negara-negara Barat yang tunduk pada ancaman. Kami adalah bangsa yang merdeka dan tegar,” tegas Qalibaf.
Memasuki hari ketujuh dari eskalasi agresi militer rezim Zionis, Qalibaf menyampaikan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menguasai kembali medan pertempuran dengan kecepatan dan ketegasan yang mencerminkan kesiapan penuh.
“Rakyat kami menyaksikan langsung bagaimana militer kita bergerak cepat usai provokasi awal musuh. Hari ini kami telah membuktikan bahwa Iron Dome, sistem pertahanan udara yang dipromosikan selama bertahun-tahun tidak mampu menghadang kekuatan kami,” ungkapnya. “Kami telah membuktikannya di Haifa, Tel Aviv, dan wilayah lainnya: kami dapat menyerang di mana pun kami mau.”
Lebih lanjut, Qalibaf menekankan pentingnya solidaritas nasional sebagai kekuatan utama bangsa dalam menghadapi tekanan eksternal.
“Hari ini seluruh elemen bangsa, lintas etnis, agama, dan pandangan politik berdiri bersatu membela Tanah Air. Persatuan ini adalah kekuatan strategis yang nilainya melampaui seribu misil,” katanya.
Menyinggung peran Washington dalam konflik ini, ia menyebut keterlibatan Amerika Serikat sebagai faktor utama dalam memperpanjang penderitaan Kawasan.
“Amerika adalah penopang utama rezim Zionis. Namun mereka keliru jika mengira Iran bisa ditekan dengan logika hegemoni. Kami tidak akan tunduk pada perang yang dipaksakan, dan kami juga tidak akan tunduk pada perdamaian yang dipaksakan,” tandasnya.
Qalibaf menutup pernyataannya dengan mengingatkan dunia bahwa Republik Islam Iran telah membuktikan keteguhannya sepanjang sejarah, dan akan terus berdiri kokoh di garis depan perlawanan.
“Sejarah telah mencatat bahwa kami telah bertempur, kami telah menang, dan kami akan terus melawan.”
