Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Respons Emosional dan Penuh Penghinaan Utusan AS Usai Dikritik Politisi Lebanon

Respons Emosional Utusan AS Usai Dikritik Politisi Lebanon

POROS PERLAWANAN – Setelah politisi Lebanon, Walid Jumblatt menyatakan bahwa pelucutan senjata Hizbullah mustahil dilakukan, Wakil Utusan AS untuk Asia Barat, Morgan Ortagus menanggapinya dengan statemen penuh penghinaan.

Dilansir Fars, Pemimpin kelompok Druze dan mantan Pemimpin Partai Sosial Progresif dalam wawancara dengan al-Arabiya mengatakan,”Syarat-syarat Ortagus, yang di antaranya adalah melenyapkan Hizbullah dan melucuti persenjataannya, tidak mungkin dilaksanakan.”

Dalam wawancara tersebut, Jumblatt mengajukan pertanyaan berikut:”Apakah Ortagus telah menentukan seluruh pangkalan? Apakah ada kesiapan untuk mendukung Militer Lebanon yang membutuhkan senjata? Bantuan untuk Militer Lebanon tidak bisa dilakukan tanpa perbaikan. Saya tidak memahami kaitan antara sektor perbankan, penentuan jabatan, dan Militer Lebanon.”

“Perang 7 Oktober dilakukan demi menghancurkan Gaza. Jika Hizbullah dilenyapkan, kedaulatan Lebanon akan dilanggar sepenuhnya. Ada banyak orang yang meyakini pemikiran-pemikiran Hizbullah.”

“Tak seorang pun akan menang dalam perang saudara. Satu-satunya capaian saat ini adalah menjalankan kesepakatan Thaif, melucuti senjata milisi secara sukarela, dan menggabungkan mereka dalam Militer. Salah satu caranya adalah mengaktifkan wajib militer dan menggabungkan Hizbullah dalam Militer,” tandas Jumblatt.

Menanggapi kritik Jumblatt, Ortagus dalam sebuah statemen kasar mengatakan,”Wahai Walid, narkoba itu membahayakan.”

Pada awal April lalu, Ortagus melawat ke Lebanon dan bertemu Presiden, Pemerintahan, dan Parlemen negara tersebut. Ia mengatakan,”Pemerintah dan rakyat Lebanon harus memilih antara kerja sama dengan kami untuk melucuti senjata Hizbullah atau kelambanan Pemerintah dan kehilangan kesempatan untuk bermitra dengan kami.”

Pada Jumat malam lalu, Sekjen Hizbullah, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa pelucutan senjata Perlawanan tidak akan terjadi.

“Kita tidak akan membiarkan siapa pun melucuti senjata Perlawanan. Kalian harus membuang pemikiran ini jauh-jauh. Kita akan menghadapi siapa pun yang menyerang Perlawanan dan berusaha melucuti senjatanya, sama seperti kita menghadapi Israel,” tegasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *