Rincian Baru Serangan Teroris Israel di Qatar: Koordinasi dengan AS dan Penggunaan Wilayah Udara Negara-Negara Arab
POROS PERLAWANAN – Sementara Amerika Serikat mengklaim tidak mengetahui agresi teroris rezim Zionis terhadap Qatar, media resmi Israel justru mengumumkan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan koordinasi Washington. Lebih jauh, Israel disebut memanfaatkan wilayah udara sejumlah negara Arab untuk melancarkan operasi ini.
Menurut Tasnim News Agency pada Kamis, (11/9), analisis dan distribusi informasi terkait agresi Israel ke Qatar yang terjadi kemarin terus berlanjut. Stasiun televisi Channel 14 melaporkan bahwa Angkatan Udara Israel menggunakan wilayah udara Yordania, Suriah, Irak, dan Arab Saudi untuk melaksanakan operasi pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas di Doha.
Serangan tersebut dilaporkan telah direncanakan sebelumnya. Media Israel menyebut, sepuluh jet tempur terlibat dalam serangan dengan menembakkan sepuluh rudal ke lokasi pertemuan delegasi Hamas di Doha. Pesawat-pesawat tersebut menempuh jarak sekitar 1.800 kilometer untuk mencapai target.
Bertolak belakang dengan klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang Israel Katz, Radio Angkatan Darat Israel, mengutip tiga sumber keamanan Tel Aviv menyebut bahwa operasi ini tidak terkait langsung dengan peristiwa terkini di Yerusalem dan Gaza maupun serangkaian operasi anti-Israel. Menurut mereka, keputusan dilakukan karena eskalasi perang meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir.
Terkait waktu pelaksanaan, radio militer Israel melaporkan bahwa serangan itu berdasarkan informasi intelijen mengenai adanya pertemuan penting para pemimpin Hamas. Pesawat tempur Israel disebut sudah berada di udara hanya beberapa menit sebelum Hamas mengumumkan bertanggung jawab atas operasi Quds.
Israel Memanfaatkan Pertemuan Pemimpin Senior Hamas
Sumber keamanan Israel menegaskan, pertemuan yang melibatkan jajaran tertinggi tim negosiasi Hamas sangat jarang terjadi. Pertemuan tersebut berlangsung sebagai respons atas proposal gencatan senjata yang baru-baru ini diajukan Amerika Serikat.
Cyper Lipkin, reporter Channel 12, melaporkan bahwa serangan Israel menargetkan kediaman Khalil al-Hayyah. Pertemuan para pemimpin Hamas disebut berlangsung di rumah terdekat yang sebelumnya ditempati Ismail Haniyeh.
Sejumlah laporan Zionis menyebut sebagian besar pimpinan Hamas selamat, meski dua pejabat dilaporkan terluka. Anna Brasky, analis surat kabar Ma’ariv, menyatakan keputusan akhir pembunuhan baru diputuskan setengah jam sebelum operasi dimulai, setelah Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan di persimpangan Ramot, Yerusalem.
TV Channel 12 melaporkan bahwa sepuluh jet tempur menjatuhkan lebih dari sepuluh bom hanya dalam hitungan detik. Pesawat-pesawat itu juga mengisi bahan bakar di udara dalam perjalanan menuju sasaran.
Koordinasi dengan Amerika Serikat
Meskipun pejabat Amerika membantah terlibat, Channel 13 Israel mengungkap bahwa operasi ini memang dikoordinasikan dengan Washington. Operasi dipimpin oleh ruang komando Shin Bet berdasarkan arahan intelijen, dan dieksekusi langsung oleh Angkatan Udara Israel.
Selama serangan berlangsung, perdana menteri Israel, menteri perang, pejabat Shin Bet, serta kepala intelijen militer dilaporkan hadir di pusat komando.
Kecaman Qatar dan Hamas
Kementerian Luar Negeri Qatar mengeluarkan pernyataan keras mengutuk serangan terhadap kediaman pemimpin Hamas di Doha. Qatar menegaskan tindakan tersebut melanggar hukum internasional, mengancam keamanan warganya, dan menegaskan bahwa negara itu tidak akan mentoleransi perilaku bermusuhan Israel.
Hamas dalam pernyataannya menyebut serangan itu sebagai “kejahatan keji dan agresi terang-terangan” yang melanggar hukum internasional sekaligus menodai kedaulatan Qatar, yang bersama Mesir memegang peran penting dalam upaya mediasi gencatan senjata.
Hamas menegaskan Israel gagal membunuh tim negosiasi, meski beberapa tokoh gugur:
1. Syahid Jihad Labd (Abu Bilal), Direktur Kantor Dr. Khalil al-Hayyah
2. Syahid Hammam al-Hayyah (Abu Yahya), Putra Dr. Khalil al-Hayyah
3. Syahid Abdullah Abdul Wahid (Abu Khalil)
4. Syahid Momin Hassuna (Abu Omar)
5. Syahid Ahmad al-Mamluk (Abu Malik)
Hamas juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Badr Saad Muhammad Al-Hamidi, anggota pasukan keamanan dalam negeri Qatar (Lekhwiya).
