Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Rusia: Tidak Akan Kami Biarkan Dewan Keamanan Diamkan Kekejaman Israel

POROS PERLAWANAN – Perwakilan Tetap Rusia di PBB, Vasily Nebenzya mengecam keras veto Amerika Serikat terhadap upaya menyelamatkan nyawa warga Palestina yang tak berdaya. Ia menegaskan bahwa Rusia akan terus berjuang menghentikan kekerasan brutal Israel di Jalur Gaza dan mencegah AS membungkam anggota Dewan Keamanan PBB.

Menurut laporan Tasnim News yang mengutip TASS, pada Kamis 21 November, Nebenzya menegaskan bahwa Rusia tidak akan tinggal diam terhadap kekejaman yang terjadi di Gaza. “Kami akan berjuang dengan tegas untuk mengakhiri kekerasan terhadap rakyat Palestina. Kami juga akan terus mengungkap kemunafikan dan penyalahgunaan wewenang oleh Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik ini,” ujarnya dalam pidatonya di Dewan Keamanan.

Ia juga menambahkan, “Kami tidak akan membiarkan AS menggunakan hak veto mereka untuk membungkam semua anggota Dewan Keamanan agar operasi militer brutal Israel terhadap penduduk Gaza terus berlangsung.”

Tugas Dewan Keamanan

Nebenzya menekankan bahwa Dewan Keamanan memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. “Tak seorang pun, termasuk AS dan negara-negara Barat yang mendukungnya, memiliki hak untuk menghalangi tercapainya aspirasi sah ini,” ujarnya.

Ia menyatakan keterkejutannya terhadap veto AS dalam rapat Dewan Keamanan terkait rancangan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen di Gaza. “Kami terkejut melihat AS menggunakan hak veto terhadap upaya tulus untuk menyelamatkan nyawa warga Palestina dan Israel,” ujarnya.

Kecaman atas Sikap AS

Nebenzya menuding AS bertanggung jawab penuh atas kematian puluhan ribu warga sipil yang tidak bersalah, penderitaan para pengungsi, serta perlakuan terhadap tawanan Palestina yang ditahan secara ilegal. “Penolakan dingin dan tidak manusiawi AS terhadap permintaan sederhana Dewan Keamanan untuk menyelamatkan nyawa adalah tindakan yang tidak berperasaan dan tidak manusiawi,” tegasnya.

Veto AS dan Alasan di Baliknya

Sebelumnya pada hari yang sama, AS menggunakan hak vetonya untuk memblokir rancangan resolusi Timur Tengah yang baru di Dewan Keamanan PBB. Dari 15 anggota Dewan Keamanan, 14 negara mendukung dokumen tersebut.

Perwakilan Tetap AS di PBB, Robert Wood menjelaskan bahwa Washington menolak resolusi tersebut karena dianggap akan “mengirimkan pesan berbahaya kepada Hamas, bahwa mereka tidak perlu kembali ke meja perundingan”.

Langkah AS ini menuai kecaman keras dari Rusia dan berbagai negara lain yang menilai bahwa tindakan tersebut menghambat upaya internasional untuk menghentikan pertumpahan darah dan penderitaan di Gaza.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *