Russia Today Sindir Barat: Al-Jolani Sudah Jadi ‘Moderat’
POROS PERLAWANAN – “Dahulu dia adalah teroris. Namun sekarang dia berubah menjadi ‘pemimpin sah.’”
Ini adalah ringkasan laporan Russia Today tentang sikap terbaru Barat terhadap Komandan Haiat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Muhammad al-Jolani.
“Kembali ke masa lalu: poster ‘hentikan teroris ini’ dari Kemenlu AS untuk pemimpin pasukan anti-Assad dengan iming-iming hadiah 10 juta Dolar. Namun sekarang pria ini diwawancarai oleh CNN,” cuit Russia Today di medsos X, diberitakan Fars.
Dengan jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad pada Minggu dini hari 8 Desember, al-Jolani mengumumkan bahwa PM Suriah memegang kendali lembaga-lembaga dan kementerian-kementerian hingga kekuasaan berpindah tangan secara resmi.
Dalam laporannya tentang perkembangan terbaru Suriah, Russia Today menyoroti wawancara terbaru al-Jolani dengan stasiun televisi AS, CNN. Media Rusia tersebut mengkritik sikap Barat tersebut.

“Sebelum bergabung dengan ISIS dan al-Qaeda, al-Jolani memerangi AS di Irak. Belakangan, ia membentuk cabang al-Qaeda di Suriah. Dengan tindakan tersebut, kepalanya dihargai 10 juta Dolar. Sebagai Pemimpin HTS, dia bertanggung jawab atas serangkaian tindakan di Provinsi Idlib, yang disebut PBB sebagai ‘kejahatan perang,’” tulis Russia Today.
“Namun jika Anda percaya kepada media-media Barat, dia (al-Jolani) telah berubah menjadi seorang pemimpin sah yang moderat,” sindir Russia Today.
Di lain pihak, Utusan Khusus PBB di Suriah, Geir Pedersen menyatakan, ada proses khusus terkait penghapusan nama para pimpinan pemberontak bersenjata Suriah dari daftar teroris.
Menurut Pedersen, kelompok-kelompok ini harus melakukan tindakan praktis agar nama mereka tidak dicantumkan dalam daftar tersebut.
