Saluran 14 Israel: Rekaman Latihan Militer Iran Sungguh Mengerikan!
POROS PERLAWANAN – Iran pada Kamis 21 Agustus, menggelar latihan militer besar bertajuk “Sustainable Power 1404”. Manuver dua hari di Teluk Oman dan Samudra Hindia Utara ini menjadi yang pertama sejak perang 12 hari dengan Israel, melibatkan kapal perang, rudal jelajah, dan drone tempur.
Latihan yang Mengejutkan
Latihan “Sustainable Power 1404” memobilisasi kekuatan permukaan dan bawah laut, unit penerbangan, sistem rudal darat-ke-laut, rudal berbasis laut, hingga drone tempur Bavar-5. Iran memamerkan berbagai arsenal: mulai dari rudal jarak pendek hingga jauh, rudal jelajah laut Nasir, Ghadir, dan Ghader, serta rudal antikapal generasi terbaru.
Beberapa media berbahasa Ibrani bahkan melaporkan bahwa Iran menguji rudal sepanjang 20 meter dengan kapasitas hulu ledak mencapai 4 ton, sebuah laporan yang jika benar, akan sangat mengganggu kalkulasi strategis Israel.
Reaksi Media Zionis dan Barat
Media Zionis merespons dengan nada penuh kecemasan. Saluran 12 Israel menilai latihan ini sebagai bagian dari strategi penciptaan efek jera terhadap Amerika dan Israel. Namun mereka memperingatkan jika efek jera itu gagal, Teheran mungkin akan mengambil opsi serangan langsung.
Saluran 14 Israel lebih gamblang: rekaman latihan disebut “sungguh mengerikan”. Bahkan Fox News melaporkan bahwa Israel terpaksa membuka bunker publik karena khawatir akan serangan mendadak Iran. Media itu menambahkan latihan ini “merampas tidur” rakyat dan pejabat Zionis, apalagi Mossad sendiri gagal memastikan apakah yang terjadi hanyalah latihan atau awal serangan nyata.
Dari London, BBC menyebut latihan ini sebagai unjuk kekuatan yang mengirim pesan jelas: “Tidak ada tempat aman bagi musuh-musuh Iran.” Bagi mereka, perang 12 hari lalu sudah membuktikan rapuhnya sistem pertahanan Israel, dan kali ini pesan diperluas, bahwa bahkan kapal-kapal Amerika di Kawasan pun tidak kebal dari ancaman rudal Iran.
Reuters dan Newsweek menekankan dimensi pemulihan citra. Reuters mencatat bahwa ini adalah latihan tunggal pertama Iran sejak perang Juni, sementara Newsweek menyebutnya sebagai pesan pencegahan yang gamblang di tengah ketegangan Teheran–Washington–Tel Aviv.
Perspektif Media Arab dan Regional
Jika media Zionis dan Barat menyorot ancaman, media Arab dan Teluk menekankan makna strategis. Emirates 24 menyoroti peluncuran rudal dari kapal perang Iran, sementara Al-Mayadeen dan Al-Manar melihat latihan ini sebagai bukti kesiapan tempur sekaligus pengembangan senjata domestik terbaru.
Sky News menekankan pemilihan lokasi: Laut Oman dan Samudra Hindia Utara. Kawasan itu bukan hanya jalur vital perdagangan energi, tapi juga arena operasi Angkatan Laut AS, sehingga pesannya tak terbantahkan: Washington pun ada dalam jangkauan.
Media seperti Al-Tagheer menyoroti akurasi tinggi serangan terhadap target permukaan, sementara Al-Kashf menekankan pengungkapan rudal Rastakhiz sebagai simbol pencegahan strategis Teheran. Laporan New Arab menilai latihan ini tidak semata-mata defensif, melainkan juga deklarasi eksplisit bahwa Iran tetap hadir sebagai kekuatan militer aktif pascaperang, meskipun sempat menderita kerugian besar.
Dimensi Strategis
Bahkan analis Zionis, Farzin Nadimi mengakui bahwa latihan ini mengirim pesan kepada Washington dan Eropa: jika sanksi diperketat atau blokade maritim diberlakukan, Iran siap merespons dengan ancaman nyata terhadap jalur perairan internasional dan kapal-kapal Amerika.
Sementara itu, media Ibrani lain menyebut latihan ini sebagai simulasi “kemenangan cepat dan menyeluruh”. Sebuah pengakuan tidak langsung bahwa Iran tengah mempraktikkan skenario ofensif, bukan sekadar defensif.
“Sustainable Power 1404” tidak bisa hanya dilihat sebagai manuver militer biasa. Latihan ini berfungsi sebagai alat komunikasi strategis: pesan kepada Israel bahwa bunker tidak akan menjamin keselamatan; pesan kepada Amerika bahwa kapal induk tidak kebal dari rudal; dan pesan kepada Kawasan bahwa Teheran tetap tegak sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan.
Reaksi panik media Zionis dari “rekaman mengerikan” hingga pembukaan tempat perlindungan umum, justru menjadi indikator paling konkret bahwa latihan ini berhasil menanamkan efek jera.
Dengan demikian, “Sustainable Power 1404” bukan hanya etalase kekuatan, melainkan juga bagian integral dari strategi pencegahan asimetris. Pesan Teheran jelas: tidak ada kapal, pangkalan, atau kota di Kawasan yang bisa mengeklaim keamanan penuh di bawah bayang-bayang rudal Iran.
