Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Sanaa Nyatakan Gencatan Senjata ‘Berakhir’ Lantaran Pelanggaran Saudi

Sanaa Nyatakan Gencatan Senjata ‘Berakhir’ Lantaran Pelanggaran Saudi

POROS PERLAWANAN – Diberitakan Fars, Wakil Ketua Tim Negosiator Yaman, Jalal al-Ruwaishan mengatakan bahwa negara-negara anggota Koalisi Saudi masih terus melakukan tindakan-tindakan yang melemahkan gencatan senjata kemanusiaan-militer di Yaman.

“Gencatan senjata kemanusiaan bisa dikatakan telah berakhir. Rakyat Yaman sama sekali tidak merasakan dampak gencatan senjata ini dari sisi kemanusiaan,” kata al-Ruwaishan dalam wawancara dengan al-Masirah.

Ia menjelaskan bahwa negara-negara agresor melanggar gencatan senjata tiap hari. “Mereka hanya mengganti pesawat-pesawat tempur dengan drone. Kami akan melaporkan pelanggaran ke Kantor Utusan PBB dan masyarakat internasional,” kata al-Ruwaishan.

“Kami berharap, Koalisi Negara-negara Agresor menunjukkan keseriusan dan kredibilitas untuk menjaga sisi kemanusiaan gencatan senjata ini hingga berakhirnya periode.”

“Kami akan berunding dengan negara-negara agresor untuk menghentikan perang, sebab agresi ini didalangi pihak asing. Solusi politik hanya tetap antara pihak-pihak Yaman saja. Ini adalah sikap tegas Sanaa,” lanjutnya.

Menurut al-Ruwaishan, pembebasan para tahanan Yaman di Saudi yang dilabeli sebagai “tawanan perang” adalah bagian dari propaganda Koalisi Saudi dan kelanjutan sikap mereka yang menghindari komitmen terkait isu tawanan.

Proyek PBB untuk mengadakan gencatan senjata dan menghentikan konflik di Yaman telah memasuki tahap eksekusi sejak 2 April lalu. Gencatan senjata ini akan berlangsung selama 2 bulan.

Utusan PBB Hans Grundberg mengatakan bahwa setelah berakhirnya putaran pertama selama 2 bulan, gencatan senjata ini bisa diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Sebelum ini, Jubir Ansharullah, Muhammad Abdussalam mengumumkan bahwa bulan pertama kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan di Yaman nyaris berakhir, namun tak ada kemajuan terkait poin terpenting yang sudah disepakati, yaitu pembukaan kembali bandara internasional Sanaa.

Abdussalam, yang juga Ketua Tim Negosiator Yaman mengatakan bahwa negara-negara agresor bertanggung jawab penuh atas sikap keras kepala, pengabaian terhadap kesepakatan gencatan senjata, dan upaya-upaya untuk berkelit dari poin-poin yang telah disepakati. Abdussalam menegaskan, PBB harus menjalankan tugasnya sesuai kesepakatan.

Rencananya pada Minggu 24 April lalu, sebuah penerbangan akan dilaksanakan dari bandara Queen Alia di Ibu Kota Yordania menuju Sanaa. Namun penerbangan itu tidak dilakukan lantaran dihalang-halangi Koalisi Saudi.

Tags: