Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah: Beda dengan AS dan Saudi, Iran Sama Sekali Tak Intervensi Pemilu Lebanon

Sekjen Hizbullah: Beda dengan AS dan Saudi, Iran Sama Sekali Tak Intervensi Pemilu Lebanon

POROS PERLAWANAN – Dalam kampanye Hizbullah pada Selasa 10 Mei di Beirut, Sayyid Hasan Nasrallah menegaskan bahwa kubu Perlawanan tidak akan menyerah di hadapan antek asing dan Rezim Zionis.

Dilansir Fars, Sayyid Nasrallah mengabarkan bahwa setelah berpidato di Hari Quds dan kondisi siap siaga Hizbullah di Lebanon, ia “mendapat pesan bahwa orang-orang Israel menegaskan tidak bermaksud melancarkan aksi militer apa pun terhadap Lebanon”.

Menurutnya, suara yang diberikan warga Lebanon di luar negeri kepada Hizbullah, kendati mereka mendapat ancaman dari sebagian negara Arab di Teluk Persia, adalah pertanda keberanian dan ketulusan mereka.

“Kita tidak percaya kepada musuh (Israel), pesan-pesannya, atau statemen Perdana Menterinya. Oleh karena itu, kita tetap siap siaga hingga berakhirnya latihan perang Israel,” tandas Sayyid Nasrallah.

“Kepada mereka yang mengikuti kabar latihan perang Israel, saya ingin katakan bahwa PM Israel pergi untuk mengawasi latihan itu dan menyatakan, Israel tidak ingin berkonfrontasi dengan siapa pun. Pesan ini terlontar karena (eksistensi) Perlawanan. Musuh tahu bahwa Perlawanan selalu berkata benar dan akan membalas tiap agresi.”

“Tidak ada yang bisa menggantikan pemerintahan. Kita juga tidak menempatkan diri sebagai pemerintahan di sisi pemerintahan lain, atau sebagai partai untuk menggantikan pemerintahan. Kita tidak pernah bicara soal penggulingan pemerintahan atau negara dan membangunnya dari awal. Yang kita bicarakan adalah bahwa pemerintahan ini memiliki sejumlah masalah yang menghalangi kegiatannya, serta tidak bisa memenuhi tuntutan rakyat Lebanon, yang bisa diatasi dengan reformasi.”

Sayyid Nasrallah menegaskan, Hizbullah akan menggunakan semua koneksi asing-diplomatik untuk mengembalikan kekuasaan ke Lebanon tanpa menjadi antek pihak lain.

“Di saat bersamaan, pihak lain mendatangkan uang dari luar dan menjarahnya. Republik Islam Iran tidak melakukan intervensi dalam Pemilu. Namun sebagian Dubes asing (AS dan Saudi) berkeliaran ke sana kemari demi (memenangkan) Pemilu. Kalian, warga Lebanon, berada antara dua kelompok. Salah satunya hanya memikirkan Lebanon, dan yang lain memikirkan bagaimana cara menyenangkan AS dan Barat,” pungkasnya.

Tags: