Loading

Ketik untuk mencari

Palestina Yaman

Yaman Peringatkan Rezim Pendudukan Israel yang Terus ‘Injak-injak’ Gencatan Senjata Gaza

Sanaa Peringatkan Pendudukan Israel Terus Injak Gencatan Senjata Gaza

POROS PERLAWANAN— Dilansir Al Mayadeen, Pemerintah di Sanaa kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap Rezim Pendudukan Zionis Israel yang dinilai secara sistematis dan berkelanjutan melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Melalui Kementerian Luar Negeri, Yaman menegaskan bahwa apa yang disebut “gencatan senjata” tidak lebih dari ilusi, sementara mesin pembunuhan Israel terus beroperasi tanpa henti.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu 14 Desember, Kementerian Luar Negeri Sanaa menyoroti pembunuhan terbaru yang menargetkan Komandan senior Brigade al-Qassam, Raed Saeed Saad, sebagai bukti nyata kegagalan Pendudukan dalam mematuhi komitmen gencatan senjata. Serangan tersebut, menurut Sanaa, memperlihatkan niat Israel untuk terus menumpahkan darah Palestina sekalipun di tengah kesepakatan internasional.

Kementerian itu menegaskan bahwa Israel tidak hanya melanjutkan agresi militer, tetapi juga mempertahankan blokade brutal terhadap Gaza serta menghambat masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh jutaan warga sipil. Tindakan-tindakan ini, tegas pernyataan tersebut, merupakan bagian dari perang genosida yang belum menunjukkan tanda-tanda penghentian.

Sanaa menekankan bahwa pembunuhan massal terhadap warga Palestina termasuk perempuan dan anak-anak terus terjadi hampir setiap hari. Kejahatan ini, menurut Pemerintah Yaman, dilakukan di bawah pengawasan dan pembiaran komunitas internasional yang gagal menegakkan hukum humaniter dan menghentikan kejahatan perang Pendudukan.

Tidak hanya di Gaza, pernyataan tersebut juga memperingatkan eskalasi berbahaya di Tepi Barat yang Diduduki. Pembunuhan di luar hukum, penghancuran rumah warga, perusakan infrastruktur, serta ekspansi permukiman ilegal Zionis berlangsung dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, memperlihatkan watak kolonial Israel yang terus mencaplok tanah Palestina.

Dalam konteks ini, Republik Yaman kembali menegaskan sikap teguh kepemimpinan, Pemerintah, dan rakyatnya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sanaa menyerukan kepada komunitas internasional agar berhenti bersikap pasif dan segera menekan Pendudukan Israel untuk melaksanakan sepenuhnya perjanjian gencatan senjata, menyelesaikan fase pertama, serta membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa syarat.

Kementerian Luar Negeri Sanaa juga menuntut dimulainya fase kedua gencatan senjata, yang harus disertai penghentian total agresi dan aktivitas perluasan permukiman Zionis di Tepi Barat.

Sebelumnya, Brigade al-Qassam mengumumkan gugurnya Raed Saeed Saad yang dikenal sebagai Abu Muadh selaku Komandan Unit Manufaktur Militernya bersama sejumlah pejuang lainnya akibat serangan Israel. Al-Qassam menilai pembunuhan ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata dan menegaskan bahwa Pendudukan telah melampaui semua batas.

Sayap militer Hamas itu menegaskan bahwa Amerika Serikat dan para mediator internasional memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran tersebut. Al-Qassam menegaskan hak sah Perlawanan untuk membela diri dan merespons agresi dengan segala cara yang tersedia.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan peningkatan jumlah korban jiwa bahkan setelah gencatan senjata diberlakukan. Sejak kesepakatan diumumkan, ratusan warga Palestina telah gugur dan lebih dari seribu lainnya terluka. Secara keseluruhan, sejak dimulainya perang genosida pada 7 Oktober 2023, puluhan ribu warga Palestina yang mayoritas perempuan dan anak-anak telah menjadi korban kebiadaban Rezim Pendudukan Israel.

Angka-angka mengerikan ini hadir di tengah peringatan organisasi internasional tentang runtuhnya sistem kesehatan Gaza, mempertegas bahwa gencatan senjata tanpa keadilan hanyalah penundaan sementara atas tragedi yang terus berlangsung.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *