Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Sebut Militer Israel ‘Gemar Bunuhi Anak-anak Gaza Demi Kesenangan’, Pensiunan Jenderal Zionis ini Dilarang Masuk Pangkalan Militer

Sebut Militer Israel Gemar Bunuhi Anak-anak Gaza, Jenderal Purnawirawan Zionis Dilarang Masuk Pangkalan Militer

POROS PERLAWANAN – Menteri Perang Rezim Zionis, Yisrael Katz dikabarkan akan “menghukum” Ketua Partai Demokrat, Jenderal Yair Golan atas statemennya yang menyudutkan Militer Israel.

“Mempertimbangkan kelakukan Yair Golan dan tudingan berdarahnya bahwa para serdadu Israel membunuhi anak-anak Palestina untuk bersenang-senang, saya memutuskan untuk melarangnya mengabdi dan memasuki pangkalan-pangkalan militer,” kata Katz, dikutip Mehr dari Arab48.

“Statemen berbahaya ini bisa saja dimanfaatkan musuh-musuh Israel untuk menuntut para serdadu kita secara hukum di seluruh dunia. Sebagai Menteri yang bertanggung jawab atas keamanan tentara, saya tidak bisa mendiamkan tindakan ini,” imbuhnya.

Katz menyatakan bahwa ia mendukung rancangan UU baru di Knesset, yang mengizinkan pangkat militer perwira cadangan dicabut jika mengucapkan atau melakukan hal serupa dengan pernyataan Golan.

“Orang-orang seperti Golan tidak punya tempat di kehidupan publik. Saya berharap semua pihak mengecamnya,” ujar Katz.

Di lain pihak, Golan pun menanggapi keputusan Katz dengan mengatakan, ”Terakhir kali saya mengenakan seragam militer pada tanggal 7 Oktober (2023), yaitu ketika saya dikirim untuk menyelamatkan warga sipil di selatan, menyusul kegagalan memalukan kalian. Saya berjanji untuk melakukan apa pun yang saya bisa demi Israel dan keamanannya. Saya yakin bahwa kau (Katz) akan terus menjilat Netanyahu dan Kabinet beracunnya.”

“Tidak ada orang waras yang melancarkan perang terhadap warga sipil, membunuhi anak-anak sebagai hobi, dan menjalankan kebijakan pemindahan paksa. Ketika para Menteri Kabinet Netanyahu merayakan kematian dan kelaparan anak-anak Gaza, maka kebenaran harus diungkapkan. Perang Gaza adalah reaksi tepat untuk serangan Hamas. Namun Kabinet pecundang ini menjadikannya perang tanpa tujuan dan logika. Apa yang kita saksikan di Gaza saat ini bukanlah operasi penyelamatan tawanan. Sudah sejak lama semua tawanan semestinya bisa dibebaskan melalui sebuah kesepakatan komprehensif.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *