Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah: Senjata Perlawanan Hanya Ditujukan untuk Zionis, Bukan Negara Arab

POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa kejahatan rezim Zionis telah mencapai puncaknya dan menegaskan bahwa senjata Perlawanan hanya ditujukan kepada musuh Zionis. Ia juga mengajukan proposal dialog kepada Arab Saudi.

Menurut Al-Mayadeen pada Jumat malam 19 September, Syekh Naim menyampaikan pidato dalam upacara peringatan kesyahidan Ibrahim Aqeel dan rekan-rekannya dari Unit Radwan. Ia mengatakan, “Seluruh Kawasan sedang menghadapi titik balik politik penting. Rezim Zionis, sebagai Rezim Pendudukan yang didukung Amerika, telah mencapai puncak kejahatannya. Mereka telah bertindak biadab dan mengabaikan hukum kemanusiaan di bawah naungan dukungan Amerika.”

Tel Aviv dan Peran Barat

Syekh Naim menyebut bahwa rezim Zionis bertindak sebagai alat pengungkit bagi Barat dan Amerika, yang berperan menghambat kemerdekaan negara-negara di Kawasan. Menurutnya, situasi sebelum serangan Israel terhadap Qatar berbeda jauh dibandingkan setelahnya; kini niat dan tujuan rezim serta pendukungnya menjadi lebih jelas. “Perang lunak, sanksi, dan upaya normalisasi belum memberi Tel Aviv dan Washington kemajuan yang mereka harapkan,” ujarnya.

Proposal ke Arab Saudi

Syekh Naim menyatakan bahwa target agresi rezim Zionis meliputi Palestina, Lebanon, Yordania, Mesir, Suriah, Irak, Arab Saudi, Yaman, dan Iran. Ia menyerukan Arab Saudi membuka lembaran baru hubungan dengan Perlawanan melalui dialog untuk menyelesaikan perbedaan, mengamankan kepentingan bersama, dan bersepakat bahwa musuh mereka adalah Israel, bukan para pejuang Perlawanan. Tujuannya, menurut Syekh Naim, adalah menyingkirkan perselisihan lama demi kepentingan Kawasan.

Hubungan Perlawanan dengan Tentara Lebanon

Syekh Naim menegaskan bahwa senjata Perlawanan hanya ditujukan kepada musuh Zionis, bukan kepada Lebanon, Arab Saudi, atau kelompok regional lain. Ia memperingatkan bahwa melemahkan Perlawanan sepenuhnya justru menguntungkan Israel, dan tanpa Perlawanan, negara-negara Kawasan bisa menjadi sasaran berikutnya. “Kita harus bekerja sama dengan pemerintah dan parlemen. Kami siap menjalankan tugas bersama Militer Lebanon untuk mengusir rezim Zionis, membangun kembali Lebanon, dan menyelenggarakan Pemilu yang bebas,” katanya.

Pembatasan Perlengkapan Militer untuk Tentara Lebanon

Syekh Naim juga menyoroti bahwa Amerika Serikat hanya akan menyediakan peralatan yang cukup bagi Militer Lebanon untuk mengendalikan situasi internal. Dari perspektif otoritas, ia mengusulkan dialog dan pemahaman antara berbagai pihak.

Menurutnya, prioritas utama Pemerintah Lebanon adalah menghadapi agresi, mengusir penjajah, dan memulai proses rehabilitasi serta pembangunan kembali negara. “Kami, sebagai Perlawanan, siap menunaikan tugas kami bersama tentara. Kami tidak akan menjadi budak; kami akan tetap merdeka,” tegasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *