Sengaja ‘Pamerkan’ Fasilitas Rudal Bawah Tanah ‘Imad 5’: Apa Sebenarnya Pesan Hizbullah untuk Israel?
POROS PERLAWANAN – Perlawanan Islam Lebanon baru saja mengungkap pangkalan rudal bawah tanah “Imad 5”, yang mengirimkan pesan tegas kepada rezim Zionis.
Dikutip dari Al Mayadeen, Media Perang Hizbullah, sayap Perlawanan Islam di Lebanon, pada Minggu 3 November, merilis sebuah rekaman video berjudul “Kami Tidak Akan Meninggalkan Pantai… Kami Tidak Akan Menjatuhkan Senjata”, menampilkan fasilitas ruang bawah tanah “Imad 5” yang menyimpan persenjataan rudal Kelompok Perlawanan tersebut.
Fasilitas ini terdiri dari peluncur rudal dan peralatan militer yang dibangun dalam terowongan besar di bawah tanah. Gambar-gambar yang dirilis oleh Pusat Informasi Perang Hizbullah memperlihatkan sebagian dari kemampuan rudal dan perlengkapan militer Perlawanan Islam. Hal ini terjadi di tengah klaim penjajah yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan militer Perlawanan telah dihancurkan.
Pengungkapan “Imad 5″ ini dilakukan setelah lebih dari satu bulan sejak operasi darat militer Israel di selatan Lebanon dimulai, yang selama periode ini menelan banyak korban dan kerugian besar bagi rezim tersebut.
Seorang analis dan aktivis media Lebanon, Khalil Nasrallah mengomentari rilis video ini dan menyebut, “Pengungkapan Imad 5 dilakukan pada saat yang sangat penting. Jelas bahwa pengambilan gambar dilakukan setelah syahidnya Sayyid Hasan Nasrallah, karena dalam gambar-gambar tersebut terlihat foto beliau dengan tulisan ‘Demi darahmu, kami bersumpah’.”
Ia menambahkan bahwa publikasi video ini, setelah klaim Israel yang menyatakan mereka telah menghancurkan kemampuan rudal dan strategi Hizbullah, bertujuan menegaskan bahwa kekuatan militer tersebut masih utuh.
Di akhir video, terlihat kalimat “Kami tidak akan meninggalkan Pantai (medan perang) dan tidak akan meletakkan senjata”, yang menegaskan perlawanan akan terus berlanjut dan senjata tidak akan diturunkan dalam keadaan apa pun.
Pesan ini jelas menegaskan kepada Israel bahwa Perlawanan akan melanjutkan serangan dengan kekuatan penuh dan masih memiliki kejutan-kejutan untuk musuh, sementara sisi lain terkait klaim Menteri Pertahanan Israel tentang kehancuran kekuatan militer Hizbullah hanyalah khayalan belaka. Sebaliknya, Perlawanan justru tetap dalam kondisi yang sangat baik dan siap tempur.
