Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Terungkap! Dimensi Baru Skandal Kebocoran Dokumen Rahasia di Kantor Perdana Menteri Israel

POROS PERLAWANAN – Pada Minggu malam 3 November, identitas utama sosok mata-mata yang membocorkan informasi dari Kantor Perdana Menteri Israel terungkap. Yair Lapid menyebut skandal ini sebagai bukti ketidakbecusan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu.

Dikutip dari Kantor Berita Ibrani, Yedioth Ahronoth dalam laporan di situs web menyebutkan bahwa Eli Feldstein adalah nama tersangka utama yang sudah diumumkan secara resmi, namun banyak pengguna media sosial sudah menyebutnya jauh sebelum penetapannya.

Juru Bicara kantor Perdana Menteri Netanyahu, Eli Feldstein adalah tersangka utama dalam kasus bocornya rahasia terkait konflik di Gaza. Ia berasal dari keluarga terkemuka dalam komunitas Ortodoks, yang ayahnya dikenal sebagai pengacara Rabi ternama dan sering tampil sebagai pakar di media komunitas Ortodoks.

Feldstein memiliki pengalaman sebagai Juru Bicara Militer Israel untuk media Ortodoks dan kemudian menjabat sebagai Kepala Kantor Divisi Perencanaan Juru Bicara Militer. Setelah masa dinas militernya, ia menjadi Juru Bicara Ketua Partai Otzma Yehudit, Itamar Ben Gvir, yang kini menjabat sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel.

Pada 2023, Feldstein diangkat sebagai Juru Bicara Militer untuk Netanyahu, dengan tugas menyampaikan informasi penting mengenai konferensi pers dan pidato terkait situasi keamanan, khususnya isu-isu perang.

Pemimpin oposisi Israel, Benny Gantz dan Yair Lapid menegaskan bahwa Netanyahu harus bertanggung jawab atas kebocoran informasi keamanan ini. Gantz menyatakan bahwa permasalahan utamanya bukanlah tuduhan terhadap individu, tetapi penggunaan informasi rahasia demi kepentingan politik.

Menanggapi klaim Netanyahu yang menyebut dirinya tidak tahu menahu tentang kebocoran ini, Lapid menilai, jika benar demikian, itu mencerminkan ketidakmampuan seorang perdana menteri yang tidak paham dengan tindakan bawahannya di tengah perang yang paling sulit dalam sejarah Israel.

Media yang dekat dengan Netanyahu, seperti Channel 14, juga melaporkan bahwa insiden ini dimanfaatkan untuk menyerang Netanyahu, dengan upaya untuk menggunakan Feldstein sebagai saksi melawan sang Perdana Menteri.

Seorang sumber di Kantor Perdana Menteri, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada Channel 14, ada upaya untuk mengeksploitasi situasi ini, meskipun sejumlah jurnalis seperti Ronen Bergman dan Ilana Dayan juga pernah membocorkan dokumen rahasia, tetapi dianggap tidak bermasalah. Dia menyoroti, “Sejak kapan Amos Schocken (penerbit Haaretz) dan orang-orang seperti dia menjadi pelindung keamanan Israel?”

Sementara itu, saluran radio dan televisi Kan melaporkan bahwa larangan pengungkapan identitas pelaku utama dalam skandal ini telah dicabut. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sejak beberapa waktu lalu, empat orang Israel, termasuk seorang asisten Netanyahu, telah ditahan terkait kebocoran dokumen rahasia. Penyidikan atas kebocoran ini melibatkan Dinas Keamanan Shabak (Shin Bet) dan militer Israel yang telah bekerja sejak beberapa waktu lalu.

Portal berita Kipa juga mengungkapkan bahwa Feldstein telah ditahan selama sepekan terakhir dan diinterogasi oleh Shabak, bahkan tanpa didampingi pengacaranya, seperti yang dikeluhkan oleh saudarinya, Tziva Feldstein.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *