Serangan Balasan Tentara Suriah di Idlib dan Penguatan Pertahanan di Hama
POROS PERLAWANAN – Militer Suriah, dengan dukungan udara Rusia, melancarkan serangan udara intensif terhadap posisi teroris di wilayah Idlib pada hari Minggu, 01 Desember. Operasi ini menargetkan pangkalan-pangkalan strategis kelompok bersenjata di daerah yang telah menjadi pusat aktivitas teroris selama lebih dari satu dekade.
Serangan Balasan di Idlib dan Penguatan Pertahanan di Hama
Menurut laporan Tasnim News Agency, serangan udara tersebut merupakan bagian dari upaya kontra-ofensif terhadap eskalasi baru yang dilakukan kelompok teroris di wilayah Idlib dan Hama. Jet tempur Suriah dan Rusia tercatat melakukan setidaknya enam serangan udara sejak pagi, menghancurkan sejumlah pangkalan teroris di jantung kota Idlib.
Di sisi lain, militer Suriah memperkuat garis pertahanan mereka di wilayah utara provinsi Hama. Sumber militer Suriah mengungkapkan bahwa pasukan pemerintah melakukan operasi semalam untuk memukul mundur serangan kelompok teroris yang mencoba memasuki wilayah tersebut. “Garis pertahanan telah diperkuat dengan berbagai peralatan dan strategi untuk mencegah serangan lebih lanjut,” jelas sumber itu.
Klaim dan Kontra-Klaim di Medan Perang
Sementara itu, kelompok oposisi dan teroris mengklaim bahwa militer Suriah telah mundur dari kota Hama dan sedang mengevakuasi wilayah tersebut. Namun, laporan dari sumber militer menunjukkan hal yang berbeda. Pasukan Suriah dikabarkan berhasil merebut kembali beberapa wilayah penting, termasuk benteng Qalaat al-Madiq dan desa Mardes di utara Hama, yang sebelumnya sempat dikuasai oleh kelompok teroris pada dini hari Minggu.
Klaim serupa juga muncul dari jaringan Al Jazeera, yang melaporkan bahwa kelompok teroris berhasil merebut kota Khan Sheikhoun di selatan Idlib, dan menyatakan seluruh provinsi Idlib kini berada di bawah kendali mereka.
1.000 Teroris Tewas dalam Tiga Hari
Dalam perkembangan lain, televisi nasional Suriah melaporkan, lebih dari 1.000 teroris tewas dalam tiga hari terakhir akibat serangan balasan militer Suriah. Operasi militer ini dirancang untuk menghancurkan infrastruktur logistik kelompok teroris dan mengembalikan stabilitas di wilayah-wilayah strategis.
Situasi di Suriah Memanas
Eskalasi terbaru ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di medan perang Suriah, dengan Idlib tetap menjadi pusat konflik. Dukungan udara Rusia dan penguatan pertahanan Suriah menunjukkan tekad kuat untuk mengembalikan kendali penuh atas wilayah tersebut dan menghentikan upaya kelompok teroris untuk memperluas pengaruhnya.
Operasi ini menegaskan bahwa pemerintah Suriah tetap berkomitmen untuk melawan ancaman terorisme dan memulihkan stabilitas di seluruh wilayahnya.
