Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Serangan Drone Israel di Bint Jbeil: Satu Tewas, Tiga Terluka

Jerusalem Post: Iran Mampu Retas dan Kendalikan Drone-drone AS-Israel

POROS PERLAWANAN – Sumber-sumber lokal di Lebanon melaporkan rincian terbaru terkait serangan udara oleh pesawat tak berawak Militer Israel yang menghantam wilayah Lebanon selatan pada Kamis dini hari 12 Juni. Serangan itu menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Menurut laporan Mehr News Agency, drone milik rezim Zionis menargetkan kota Beit Leif, yang terletak di wilayah Bint Jbeil, sebuah daerah yang kerap menjadi saksi eskalasi militer sejak pecahnya ketegangan antara Hizbullah dan entitas Pendudukan.

Pusat Gawat Darurat Medis yang berafiliasi dengan Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa korban jiwa dan luka-luka adalah warga sipil yang berada di lokasi saat serangan terjadi. Serangan ini mempertegas pola agresi harian yang dilakukan Israel terhadap wilayah Lebanon, sekalipun perjanjian gencatan senjata telah ditandatangani pada November lalu.

Sebelumnya, laporan awal dari sumber-sumber Lebanon hanya menyebutkan adanya serangan di Beit Leif tanpa merinci dampak atau jumlah korban.

Meskipun gencatan senjata masih berlaku secara resmi, pasukan Pendudukan Israel secara rutin meluncurkan serangan di sepanjang perbatasan selatan Lebanon, dengan alasan menyerang posisi militer Hizbullah. Namun, data yang dihimpun pejabat Lebanon menunjukkan fakta yang lebih mengkhawatirkan: sejak penandatanganan kesepakatan gencatan senjata, hampir 3.000 pelanggaran telah dilakukan oleh pihak Israel. Sebuah angka yang memperkuat fakta bahwa Tel Aviv menggunakan “perang terbatas” sebagai alat tekanan regional.

Di tengah terus berlanjutnya agresi ini, Hizbullah dan faksi-faksi Poros Perlawanan tetap menyatakan kesiagaan penuh menghadapi setiap bentuk eskalasi, sementara masyarakat sipil di wilayah selatan terus menjadi korban dari apa yang disebut oleh banyak pengamat sebagai “teror drone yang dilegalkan diam-diam oleh Barat”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *