Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Serangan Pemukim Zionis Mengganas, Hamas Serukan Kebangkitan Massal di Tepi Barat

Serangan Pemukim Zionis Mengganas, Hamas Serukan Kebangkitan Publik di Tepi Barat

POROS PERLAWANAN – Hamas meminta dari seluruh penduduk Tepi Barat dan Quds untuk bangkit melawan agresi para pemukim Zionis, serta bersatu satu sama lain demi mencegah terulangnya serangan semacam ini.

Dilaporkan Fars, Hamas dalam statemennya menyoroti serbuan para pemukim Zionis ke desa Aqraba di Tepi Barat yang menewaskan seorang warganya.

“Kejahatan pembunuhan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat telah meningkat secara signifikan. Ini membutuhkan mobilisasi besar dan kemarahan rakyat untuk menghadapi kezaliman dan agresi mereka yang terus meningkat,” tegas Hamas.

“Kami meminta dari putra-putra bangsa di Tepi Barat dan Quds untuk berpartisipasi secara luas dalam aktivitas lapangan dan demo dukungan untuk Gaza, yang selama lebih dari 22 bulan menjadi target perang genosida dan pelaparan. Kami meminta dari semua pihak untuk membentuk satu barisan demi membela hal-hal sakral Islam, terutama Masjid Aqsa.”

Pada Sabtu malam 2 Agustus, desa Aqraba di tenggara Nablus diserang oleh para pemukim Zionis. Seorang pemuda Palestina syahid dan sedikitnya 5 orang lainnya terluka. Sumber-sumber lokal mengumumkan, para pemukim Zionis, yang mendapat dukungan tidak resmi Militer Israel, datang dari sebuah bu’ra dan menyerbu lahan pertanian Aqraba. Setelah terlibat konfrontasi dengan penduduk, para pemukim Zionis melepaskan tembakan.

Bu’ra adalah komplek kecil yang bakal dijadikan permukiman ilegal. Para pemukim Zionis membangunnya tanpa izin resmi di tanah-tanah yang disita dari warga Palestina.

Kemenkes Palestina mengumumkan, syahid itu bernama Muin Shabi Muhammad Asfar (24 tahun). Kemenkes Palestina menyatakan bahwa para korban luka dalam kondisi kritis. Serangan pemukim disertai lemparan batu, pembakaran kebun, dan penembakan langsung, hingga membuat warga terpaksa mengosongkan rumah-rumah mereka untuk sementara.

Serangan ini adalah kelanjutan dari kekerasan yang dilakukan para pemukim Zionis terhadap desa-desa di Tepi Barat; kekerasan-kekerasan yang belum pernah terjadi sebelum ini dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan Kantor Koordinasi Kemanusiaan PBB (OCHA), dari bulan Juni hingga akhir Juli saja, terjadi lebih dari 25 serangan pemukim Zionis ke sekitar Nablus, Ramallah, dan al-Khalil. Serangan-serangan itu menyebabkan sedikitnya 30 warga terluka dan 2 syahid. Para penyerang juga merusak puluhan rumah dan lahan pertanian, serta menjarah banyak ternak.

Berbagai lembaga HAM menyatakan, tindak kekerasan akhir-akhir ini bukan aksi individual, tapi bagian dari proyek perluasan bu’ra-bu’ra ilegal dan tekanan atas penduduk lokal agar mengosongkan lahan-lahan mereka. Terlebih dalam banyak kasus, Militer Israel sudah hadir di lokasi sebelum serangan, atau melakukan pembiaran aksi kekerasan tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *