Serangan Siber Lumpuhkan SPBU dan Gerai Ritel Besar di Israel
POROS PERLAWANAN – Ribuan perangkat pembaca kartu di gerai ritel besar dan stasiun pengisian bahan bakar di Israel pada Minggu 10 November, tak dapat diakses akibat serangan siber, menyebabkan kekacauan bagi warga setempat.
Menurut laporan dari Kantor Berita Farsnews, serangan siber yang dilaporkan oleh Jerusalem Post ini membuat sejumlah perangkat kartu kredit di berbagai lokasi strategis Israel berhenti beroperasi, dan mempersulit transaksi di SPBU dan toko-toko besar.
Perusahaan yang bertanggung jawab atas keamanan sistem pembayaran ini menyatakan bahwa penyebab gangguan adalah serangan Denial of Service (DDoS) yang sangat intens. Serangan ini bekerja dengan membanjiri sistem target dengan permintaan data yang tinggi, sehingga server tidak dapat menangani permintaan tersebut dan akhirnya berhenti berfungsi.
Meskipun perusahaan keamanan pembayaran, Hype Credit Guard menyebutkan tidak ada ancaman serangan yang lebih besar setelah insiden ini, serangan tersebut tetap menyebabkan gangguan yang signifikan. Banyak perangkat pembaca kartu di toko-toko Israel tidak berfungsi, dan konsumen tidak dapat membayar menggunakan kartu kredit untuk sementara waktu.
Serangan siber ini berlangsung sekitar satu jam lebih pada pagi hari. Meski perusahaan tidak memberikan rincian teknis lebih lanjut, mereka menyatakan sedang bekerja sama dengan pihak keamanan untuk memulihkan kondisi.
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel menghadapi peningkatan serangan siber pada infrastruktur militer dan sistem keuangannya. Sebelumnya pada Oktober, serangan serupa juga sempat mengganggu sistem pembayaran berbasis kartu kredit di kalangan rezim penjajah tersebut, menyebabkan penundaan transaksi perbankan melalui internet.
