Serdadu Israel Bebas Berpatroli di Selatan Suriah Tanpa Diusik Anasir Rezim Jolani
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari Sputnik, salah seorang tokoh terkemuka di Provinsi Quneitera, Omar Aqleh menyatakan, setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad, semua orang tahu bahwa kontrol 95 persen provinsi di selatan Suriah tersebut jatuh ke tangan Rezim Zionis.
“Untuk pertama kalinya, kami menyaksikan patroli serdadu Zionis di dalam kota al-Baath di Provinsi Quneitera,” kata Aqleh.
“Misi para serdadu ini adalah menghimpun informasi keamanan dan spionase. Mereka berpatroli di hadapan mata anasir Rezim Jolani, namun tak terjadi konfrontasi sedikit pun antara mereka.”
“Dalam beberapa hari mendatang, kita akan menyaksikan lebih banyak patroli yang dilakukan para serdadu Zionis di berbagai kawasan lain,” tandasnya.
Menteri Keamanan Domestik Israel Resmi Mundur
Itamar Ben-Gvir dikabarkan telah meninggalkan kantornya di Kementerian Keamanan Domestik, menyusul pengunduran dirinya dari Kabinet Benyamin Netanyahu sebagai protes terhadap gencatan senjata di Gaza.
Dilansir al-Mayadeen, Ben-Gvir menganggap penandatanganan kesepakatan gencatan senjata sama saja dengan mengibarkan bendera putih di hadapan Hamas.
“Selama bertugas, kami telah melakukan pekerjaan yang tak bisa dibayangkan. Kami telah merilis surat izin penggunaan 200 ribu pucuk senjata kepada warga Israel,” kata Ben-Gvir usai hengkang dari kantornya.
Usai tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan berlakunya kesepakatan tersebut pada Minggu 19 Januari lalu, media-media Ibrani melaporkan bahwa Ben-Gvir dan para Menteri dari partainya telah mengajukan surat pengunduran diri.
Ben-Gvir meminta dari Bezalel Smotrich untuk meninggalkan jabatannya sebagai Menkeu Israel sebagai protes terhadap gencatan senjata. Namun Smotrich berkata, jika perang di Gaza tidak dimulai lagi, ia akan membubarkan Kabinet Israel, alih-alih mengundurkan diri.
