Sikap dan Pernyataan Plinplan Trump Soal Iran dan Yaman
POROS PERLAWANAN – Donald Trump, yang baru beberapa hari lalu mengeklaim bahwa Iran “telah mengurangi dukungan finansialnya untuk Yaman,” pada Selasa 25 Maret kemarin berbicara sebaliknya. Presiden AS itu berkata bahwa “bantuan Tehran untuk Sanaa masih berlanjut.”
Diberitakan Fars, Trump menyebut Ansharullah Yaman sebagai “proksi Iran”. Dia juga menyebut Hamas dan Hizbullah sebagai kelompok-kelompok proksi Iran lainnya.
Statemen Trump hanya berjarak satu hari usai jurnalis ternama AS, Jeffrey Goldberg mengungkapkan, para pejabat Pemerintahan Trump menggunakan aplikasi Signal yang tidak aman untuk mendiskusikan detail serangan ke Yaman.
Di bagian lain pernyataannya, yang kemungkinan bertujuan mereduksi dampak dari skandal tersebut, Trump berusaha mengesankan bahwa agresi Militer AS ke Yaman “berjalan dengan sukses.”
“Orang-orang Houthi melarikan diri. Orang-orang paling jahat mereka sudah tewas,” ujar Trump.
Dia juga berkata, para anggota Ansharullah bukan orang sembarangan, karena mereka membuat rudal sendiri.
“Mereka bukan kelompok yang berisi orang-orang sembarangan. Mereka sendiri membuat rudal, selain mendapatkan rudal dari Iran.”
Pada Rabu pekan lalu, Trump melalui pesannya di medsos Truth Social mengeklaim bahwa “Iran telah mengurangi skala fasilitasi militer dan dukungan umumnya untuk Houthi.”
Tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci, Trump melandaskan klaimnya dengan “laporan-laporan yang sampai ke tangannya.”
Dua hari sebelum pesan tersebut, Trump tanpa mengutip dari sumber mana pun mengeklaim bahwa “Iran adalah sumber semua serangan yang dilakukan Yaman.”
Penelusuran yang dilakukan Goldberg atas sejumlah dokumen menunjukkan, Menhan AS, Pete Hegseth berpendapat bahwa Ansharullah Yaman “bukan kelompok yang dikenal di AS.” Sebab itu, AS harus mengangkat narasi soal “dukungan finansial Iran kepada Ansharullah” demi membenarkan agresi ke Yaman.
