Surat Terbuka Peraih Nobel untuk Netanyahu: Ekonomi Israel di Ambang Kehancuran
POROS PERLAWANAN – Sejumlah ekonom terkemuka Amerika dan Eropa, termasuk 10 penerima Hadiah Nobel Ekonomi, memperingatkan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu bahwa perang di Gaza membawa konsekuensi ekonomi yang mengerikan bagi Israel. Dalam surat terbuka, mereka menegaskan investor mulai hengkang, pasar properti anjlok, dan Israel berisiko membayar harga yang sangat mahal.
Menurut Tasnim News Agency, pada Senin 18 Agustus, peringatan ini memperkuat laporan-laporan sebelumnya yang menyoroti krisis ekonomi di Israel akibat perang Gaza. Media berbahasa Ibrani, Zamarker mengungkapkan bahwa 23 ekonom papan atas dari universitas Amerika dan Eropa, 10 di antaranya peraih Nobel menandatangani surat terbuka tersebut.
Pelarian Investor dan Krisis Properti
Dalam surat itu, para ekonom menyoroti risiko serius jika Israel tetap melanjutkan kebijakan perang, termasuk blokade yang menyebabkan kelaparan di Gaza. Mereka menilai kebijakan tersebut bukan sekadar menimbulkan tekanan sementara, melainkan berpotensi merusak fondasi ekonomi Israel.
Pasar properti, yang selama puluhan tahun menjadi pilar investasi, kini terpukul parah. Sejak perang pecah pada Oktober 2023, investor asing dan kalangan kaya Israel mulai menjual massal aset properti mereka. Di Tel Aviv, puluhan ribu unit apartemen dilepas, terutama dalam enam bulan terakhir.
“Investor percaya satu dekade mendatang akan ditandai tren penurunan harga panjang, menyebabkan miliaran Shekel keluar dari properti menuju pasar saham”, tulis Zamarker. “Fenomena ini mencerminkan hilangnya kepercayaan mendalam yang melemahkan kemampuan Kabinet menstabilkan pasar”.
Resesi Domestik dan Risiko Eksternal
Selain gejolak domestik, para ekonom juga memperingatkan risiko eksternal. Mereka menilai negara-negara Barat bisa menjatuhkan sanksi pribadi terhadap pejabat Israel, mulai dari pembekuan aset di Eropa, Kanada, hingga Australia, sampai penyitaan rekening dan properti.
Seorang ekonom yang dikutip langsung, menulis: “Jika para pengambil keputusan Israel tidak dimintai pertanggungjawaban, generasi mendatang lah yang akan menanggung akibatnya”.
Zamarker juga menyoroti keresahan sosial di dalam negeri, wacana pemogokan umum, serta tuduhan bahwa rezim Netanyahu menutup mata terhadap indikator ekonomi yang jelas-jelas menunjukkan krisis semakin dalam.
Masa Depan Suram
Laporan media berbahasa Ibrani itu menyimpulkan Israel menghadapi kombinasi tekanan berbahaya, meliputi:
1. Krisis internal di pasar real estate.
2. Hilangnya kepercayaan investor.
3. Ancaman keresahan sosial.
4. Penurunan peringkat kredit.
5. Pelarian modal besar-besaran.
6. Emigrasi elite ekonomi, terutama di sektor teknologi.
7. Isolasi internasional yang berpotensi berubah menjadi sanksi pribadi terhadap pejabat Israel.
Surat terbuka dari 23 ekonom ini dipandang sebagai “bel alarm” terbaru bagi Israel. Mereka memperingatkan bahwa melanjutkan kebijakan perang Gaza tak hanya meningkatkan biaya militer dan politik, tetapi juga menyeret Israel ke arah bencana ekonomi dan keuangan besar.
Sepuluh Peraih Nobel Ekonomi Penanda Tangan Surat:
1. Daron Acemoglu
2. Angus Deaton
3. Peter Diamond
4. Esther Duflo
5. Claudia Goldin
6. Eric Maskin
7. Roger Myerson
8. Edmund Phelps
9. Christopher Pissarides
10. Joseph Stiglitz.
