Syekh Naim Qasim: Perlawanan Tak Terkalahkan, Jalan Nasrallah Terus Berlanjut
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim, dalam pidatonya pada pemakaman dua syuhada, Sayyid Hasan Nasrallah dan Sayyid Hashim Safiudin, menyatakan, “Hari ini kita mengucapkan selamat tinggal kepada seorang pemimpin bersejarah, nasional, dan Arab-Islam yang menjadi kiblat bagi orang-orang bebas di dunia.”
Pidato Syekh Naim Qasim pada Minggu, 23 Februari, disampaikan di hadapan ribuan pelayat dari berbagai negara yang memadati lokasi pemakaman. Ia membuka pidatonya dengan menyambut para tamu undangan serta rakyat Lebanon, sambil mengenang kesalehan dan keimanan Syahid Sayyid Hasan Nasrallah yang telah terlihat sejak masa kanak-kanak. Syahid Nasrallah dibesarkan di bawah bimbingan Ayatullah Sadr dan Sayyid Abbas Mousavi. Setelah dua tahun menimba ilmu di Irak, ia kembali ke Baalbek dan melanjutkan aktivitasnya di Seminari Sayyid Abbas Mousavi, di bawah bimbingan Imam Musa Sadr.
Sejak awal berdirinya kelompok Perlawanan Hizbullah, Syahid Nasrallah memegang peran penting. Ia memimpin Dewan Eksekutif pertama organisasi tersebut dan kemudian diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Hizbullah setelah Syahidnya Sayyid Abbas Mousavi. Jabatan ini ia emban hingga akhir hayatnya.
Kontribusi Besar Syahid Nasrallah bagi Perjuangan Palestina
Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa Syahid Nasrallah adalah pemimpin Perlawanan yang teguh dalam Islam dan perjuangan di wilayahnya. Kepribadiannya dikenal sederhana, rendah hati, bijaksana, dan ahli strategi. Fokus perjuangannya adalah pembebasan Palestina dan Yerusalem (al-Quds), memberikan kontribusi besar bagi kebangkitan perjuangan Palestina.
“Syahid Sayyid Hasan Nasrallah selalu hadir di ruang operasi Perlawanan untuk memantau perkembangan perjuangan hingga ia gugur. Walaupun kita telah kehilangan Nasrallah, jalan, mazhab, dan garis keturunannya tetap ada. Mereka yang gugur di jalan Allah tidak mati, tetapi hidup.”
Jalan Syahid Nasrallah Terus Berlanjut
Syekh Naim Qasim berjanji untuk mempertahankan jalan perjuangan Syahid Nasrallah. “Pada peringatan Syahidnya Sayyid Abbas Mousavi, engkau berkata bahwa bahkan jika rumah kami dihancurkan dan kami terbunuh, kami akan tetap mempertahankan jalan ini. Engkau selalu setia kepada Imam Khamenei. Imam Khamenei mengatakan bahwa Hizbullah telah kehilangan seorang pemimpin yang unik, tetapi berkah dan prestasinya tidak akan pernah pudar. Saya, bersama rakyat Lebanon, berjanji setia untuk tetap berada di jalan ini hingga tercapainya tujuan kami.”
Sayyid Hashim Safiudin: Asisten Setia Nasrallah
Syekh Naim Qasim juga mengenang Sayyid Hashim Safiudin yang dikenal atas dedikasi dan perjuangannya. Syahid Safiudin menempuh pendidikan di kota suci Qom sambil aktif berjuang bersama Mujahidin di Lebanon. Pada 1991, ia memimpin wilayah selatan Lebanon dan sejak 1994 menjabat sebagai Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah. Sebelum syahid, ia menjadi asisten pribadi Sayyid Hasan Nasrallah.
Dalam pidatonya, Syekh Naim Qasim turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para syahid Hizbullah dan IRGC dalam serangan terhadap markas Sayyid Hasan Nasrallah dan Sayyid Hashim Safiudin, termasuk Syahid Abbas Nilforoushan.
Tahanan Lebanon Tidak Akan Dilupakan
Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa kelanjutan jalur Perlawanan adalah kekuatan hidup para syuhada. Ia menyampaikan pesan kepada para tahanan Lebanon yang masih berada dalam penahanan rezim Zionis, “Kami tidak akan melupakan kalian.”
Jumlah besar pelayat yang hadir dalam pemakaman para syuhada ini disebutnya sebagai bukti kesetiaan rakyat Lebanon yang akan terus berada di jalan perjuangan.
Skala Kejahatan AS dan Zionis terhadap Gaza Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Syekh Naim Qasim menyatakan bahwa Hizbullah melancarkan pertempuran untuk mendukung Gaza sebagai bagian dari keyakinannya terhadap pembebasan Palestina. Ia menyebut skala kejahatan yang dilakukan AS dan rezim Zionis terhadap Gaza belum pernah terjadi sebelumnya, dengan tujuan mengakhiri Perlawanan di Kawasan yang dimulai di Palestina dan berlanjut ke Lebanon, Irak, dan Iran.
“Pejuang Hizbullah yang dikerahkan di perbatasan telah memaksa 75.000 tentara Zionis untuk tetap berada di belakang perbatasan berkat keteguhan pasukan Perlawanan. Wanita dan anak-anak Lebanon pun berdiri teguh melawan agresi musuh. Bangsa ini melambangkan persatuan Islam, nasional, dan etnis.”
Gencatan Senjata dan Tanggung Jawab Pemerintah Lebanon
Syekh Naim Qasim menyatakan bahwa Hizbullah menerima gencatan senjata karena melanjutkan perang yang tidak seimbang tanpa keuntungan militer bukanlah kepentingan Lebanon. “Kami telah mencapai bagian pertama dari tujuan kami dengan mencegah musuh menyusup ke wilayah kami. Kini, tanggung jawab beralih ke Pemerintah untuk melanjutkan perjuangan ini melalui jalur diplomasi.”
Israel Tidak Dapat Melanjutkan Agresinya terhadap Lebanon
“Setelah berakhirnya batas waktu penarikan Israel, kita melihat bahwa Israel terus melanggar gencatan senjata. Kehadiran pasukan Israel di Lebanon adalah pendudukan dan agresi. Namun, Perlawanan akan terus berlanjut, karena kemenangan akhir adalah kepastian. Kemenangan ini mungkin memerlukan waktu, tetapi pasti akan tercapai.”
Perlawanan Tidak Terkalahkan
Mengenai masa depan Perlawanan, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa perjuangan akan terus berlanjut bersama rakyat Lebanon. “Perlawanan adalah iman, hak, dan tugas yang tidak bisa dihancurkan. Perjuangan ini ditulis dengan darah dan memerlukan pengorbanan. Masa depan sedang digambar oleh orang-orang bebas di dunia. Kami tidak akan membiarkan Amerika memerintah Lebanon.”
Kritik terhadap Diamnya Gerakan Politik Lebanon
Syekh Naim Qasim mengkritik sikap diam beberapa kelompok politik di Lebanon terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. “Mengapa kalian tidak menunjukkan reaksi meski gencatan senjata terus dilanggar? Tidakkah kalian melihat bahwa rakyat Lebanon telah memaksa Israel untuk menghentikan serangan, bahkan wanita tanpa senjata pun mampu memaksa tank-tank Israel mundur?”
Komitmen terhadap Palestina dan Penolakan Pemindahan Paksa
Ia menegaskan bahwa Perlawanan akan terus berlanjut selama ancaman pendudukan Zionis masih ada. Hizbullah mendukung upaya diplomasi Pemerintah Lebanon untuk mengusir para penjajah dan menolak rencana pemindahan paksa rakyat Gaza yang digagas oleh Presiden AS, Donald Trump. “Para Syahid Perlawanan adalah harga yang harus dibayar untuk mencapai kebenaran dan keadilan.”
Dukungan terhadap Pemerintah Lebanon
Dalam konteks politik domestik, Syekh Naim Qasim menyatakan komitmen Hizbullah untuk berpartisipasi dalam pemerintahan demi mencapai pemerintahan yang kuat. “Kami akan mendukung rencana ekonomi Pemerintah, mengikuti pelaksanaan sistem peradilan, dan memperkuat infrastruktur negara. Koalisi kami dengan Gerakan Amal didasarkan pada darah dan pengorbanan, dan tidak ada yang bisa memecah-belah kami.”
Penghargaan kepada Pemimpin Revolusi Islam Iran
Di akhir pidatonya, Syekh Naim Qasim mengucapkan terima kasih kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Imam Ali Khamenei, atas pesan solidaritasnya, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu yang hadir dari dalam dan luar negeri. “Hari ini akan tercatat sebagai hari bersejarah dalam perjuangan Lebanon.”
