Tak Pernah Kutuk Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir Damai Iran, IAEA Malah Minta Penjelasan Soal Persediaan Uranium yang Diperkaya
POROS PERLAWANAN – Mengutip laporan Reuters pada Kamis 4 Juni, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kembali menyampaikan kekhawatirannya terkait program nuklir Iran dan meminta Teheran segera memberikan penjelasan mengenai status persediaan uranium yang telah diperkaya serta mengizinkan dimulainya kembali inspeksi secara penuh.
Dalam laporan terbarunya kepada negara-negara anggota, IAEA menyatakan belum menerima informasi dari Iran mengenai kondisi bahan nuklir yang telah dideklarasikan maupun status fasilitas nuklir negara tersebut. Badan Pengawas Nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga menyebut belum memperoleh akses ke fasilitas terkait untuk melaksanakan kegiatan verifikasi lapangan.
IAEA menyatakan masih memiliki kekhawatiran mengenai kemungkinan keberadaan material dan aktivitas nuklir yang belum dideklarasikan, mengingat sejumlah persoalan pengawasan yang menurut Badan tersebut belum terselesaikan.
Dalam laporan itu, IAEA juga menyoroti ketidakmampuannya melakukan verifikasi terhadap persediaan uranium yang telah diperkaya selama hampir satu tahun terakhir. Menurut Badan tersebut, kondisi itu menimbulkan kekhawatiran tentang aspek pengawasan dan nonproliferasi nuklir.
Badan tersebut kembali meminta Iran memberikan penjelasan mengenai status persediaan uranium yang diperkaya sejak terjadinya serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran dalam satu tahun terakhir, serta mengizinkan dimulainya kembali kegiatan inspeksi secara menyeluruh.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, dalam laporan yang sama menegaskan pentingnya pelaksanaan kewajiban Iran berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Menurut Grossi, penerapan komitmen pengawasan dan verifikasi dalam kerangka NPT merupakan hal yang mendesak dan tidak dapat dihentikan.
Sementara itu, laporan yang dikutip Mehr News Agency menyoroti bahwa IAEA belum mengeluarkan kecaman terhadap serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran. Laporan tersebut juga menegaskan posisi Iran yang selama bertahun-tahun menyatakan program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai dan menolak berbagai tuduhan terkait pengembangan senjata nuklir.
Isu program nuklir Iran kembali menjadi perhatian internasional dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah meningkatnya ketegangan regional dan munculnya perdebatan mengenai akses pengawasan IAEA terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran.
