Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Tanggapan Tegas Hamas Atas Ancaman dan Hinaan Trump

Hamas Tanggapi Penyesatan Opini oleh New York Times Soal Senjata Perlawanan

POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Islam, Hamas menanggapi hinaan dan ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Kamis 6 Maret, menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk membebaskan tawanan Israel adalah dengan memulai negosiasi untuk melaksanakan tahap kedua gencatan senjata.

Menurut laporan Kantor Berita Farsnews, ancaman dan penghinaan kembali yang diucapkan Donald Trump terhadap rakyat Palestina dan Hamas tersebut langsung ditanggapi oleh Gerakan Perlawanan Palestina tersebut. Juru Bicara Hamas, Abdul Latif al-Qanua menyatakan bahwa “ancaman berulang Trump terhadap bangsa Palestina merupakan bentuk dukungan kepada (Benyamin) Netanyahu untuk menghindari kesepakatan serta memperketat blokade dan kelaparan yang menimpa rakyat kami”.

Ia menegaskan bahwa cara terbaik untuk membebaskan sisa tawanan Israel adalah rezim Pendudukan (Israel) harus masuk ke tahap kedua negosiasi dan mematuhi kesepakatan yang ditandatangani di bawah pengawasan mediator.

Juru Bicara Hamas lainnya, Hazem Qasem, dalam tanggapannya terhadap ancaman Trump, mengatakan bahwa ancaman ini “menghambat kesepakatan gencatan senjata dan mendorong penjajah untuk lari dari kewajibannya. Padahal, kesepakatan ini difasilitasi oleh Amerika agar tawanan dibebaskan dalam tiga tahap”.

Dia menambahkan bahwa ancaman ini mempersulit proses terkait kesepakatan gencatan senjata. “Hamas tetap setia pada tahap pertama, sementara Israel terus mengelak dari tahap kedua. Pemerintah AS harus menekan Rezim Pendudukan agar tetap bernegosiasi untuk menjalankan tahap kedua kesepakatan,” ujarnya.

Presiden AS pada Kamis pagi mengancam dengan kata-kata nista: “Hamas harus segera membebaskan semua sandera dan mengembalikan jenazah mereka, atau mereka harus menganggap perjuangan mereka selesai. Saya akan mengirimkan segala yang diperlukan Israel untuk menghabisi Hamas.”

Dia menyebut pasukan Hamas sebagai “orang sakit dan gila”, lalu mengancam: “Jika tidak menuruti perintahku, tidak satu pun anggota Hamas akan selamat. Hanya orang sakit dan gila yang menahan jenazah.”

Trump melanjutkan: “Sudah waktunya kalian meninggalkan Gaza selagi masih ada kesempatan. Jika menyandera, kalian mati. Buatlah keputusan bijak… Bebaskan sandera sekarang, atau neraka akan terjadi.”

Dia juga berpidato kepada warga Gaza, yang ingin dia usir dari Tanah Airnya, dengan berujar: “Saya beri tahu, masa depan indah menanti kalian, tetapi tidak jika kalian menyandera.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *