Teheran Tegaskan Dukungan Tanpa Henti: Poros Perlawanan Siap Hadapi Tekanan Amerika-Zionis
POROS PERLAWANAN — Dilansir Press TV, Teheran kembali menegaskan komitmennya dalam menopang barisan Poros Perlawanan regional melawan kubu Amerika-Zionis. Dalam sebuah pesan yang sarat makna strategis dan ideologis, Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei menyampaikan jaminan dukungan berkelanjutan kepada Gerakan Hizbullah melalui surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderalnya, Syekh Naim Qasim.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kebijakan Republik Islam Iran tetap berpijak pada prinsip mendukung perlawanan terhadap dominasi Amerika Serikat dan Rezim Zionis. Hizbullah, yang mengutip isi surat itu, menyebut bahwa garis perjuangan ini merupakan kelanjutan dari jalan yang telah dirintis oleh para Pemimpin syahid, termasuk Sayyid Hasan Nasrallah, serta tokoh-tokoh penting lainnya dalam Poros Perlawanan.
Dalam narasinya, Ayatullah Mujtaba Khamenei menekankan bahwa keteguhan menghadapi musuh-musuh utama umat Islam merupakan ciri khas kepemimpinan revolusioner. Ia menggarisbawahi bahwa sejarah panjang Perlawanan telah ditempa oleh pengorbanan para syuhada yang tidak gentar menghadapi ancaman, termasuk sosok legendaris seperti Syahid Qasim Soleimani, yang menjadi simbol keberanian dalam melawan hegemoni global.
Lebih jauh, Pemimpin Revolusi Islam menyebut nama-nama besar lain seperti Sayyid Hashim Safiuddin sebagai representasi nyata dari jalan perjuangan yang konsisten dan tak tergoyahkan. Mereka, telah membuktikan bahwa perlawanan bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang dibangun dengan darah dan pengorbanan.
Di tengah situasi regional yang semakin kompleks, Ayatullah Mujtaba Khamenei juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas dan belasungkawa yang disampaikan oleh Hizbullah atas gugurnya para Pemimpin Iran. Ia menilai hubungan emosional dan ideologis antara kedua pihak sebagai fondasi kuat dalam menghadapi tantangan ke depan.
Mengakhiri pesannya, ia menyoroti peran krusial Syekh Naim Qasim dalam memimpin Hizbullah di fase yang disebutnya sebagai “momen sensitif dalam sejarah Perlawanan.” Dengan penuh keyakinan, Teheran menyatakan kepercayaan terhadap kebijaksanaan dan keberanian Syekh Naim untuk menggagalkan agenda musuh, sekaligus menjaga kehormatan serta masa depan rakyat Lebanon di tengah tekanan yang terus meningkat.
