Tindakan ‘Tak Biasa’ UEA terhadap Rezim Zionis
POROS PERLAWANAN — Sebuah situs berbahasa Ibrani melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan Israel dikeluarkan dari ajang Dubai Airshow 2025, menyusul ketegangan diplomatik pascaserangan Israel di Doha.
Menurut laporan Kantor Berita Shahab pada Rabu 8 Oktober, situs Ynet menyebut bahwa otoritas Uni Emirat Arab (UEA) telah memberi tahu Tel Aviv bahwa perusahaan Israel tidak akan diizinkan berpartisipasi dalam pameran kedirgantaraan bergengsi tersebut.
Langkah ini diambil setelah meningkatnya kecaman publik terhadap agresi Israel di Kawasan, terutama setelah serangan yang menargetkan Doha.
Sebagai tindak lanjut, izin resmi untuk enam perusahaan Israel yang sebelumnya telah disetujui untuk mengikuti pameran dicabut secara penuh oleh pihak penyelenggara.
Dubai Airshow 2025 dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, dan keputusan ini menandai pergeseran sikap signifikan dari Abu Dhabi yang selama beberapa tahun terakhir berupaya menjaga hubungan ekonomi dan diplomatik dengan Israel pasca-Perjanjian Abraham.
Untuk diketahui, Israel pertama kali berpartisipasi dalam pameran ini pada 2023, bertepatan dengan operasi militer di Gaza. Namun, kala itu stan-stan Israel nyaris sepi pengunjung, mencerminkan penolakan publik terhadap kehadiran mereka di tengah meningkatnya ketegangan Kawasan.
