Tolak Undangan KTT Mesir, Araghchi: Kami Takkan Berurusan dengan Mereka yang Serang Rakyat Iran
POROS PERLAWANAN – Mengenai ketidakhadiran Iran dalam KTT Sharm El Sheikh, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghch menyatakan bahwa Pemerintah negaranya tidak akan berinteraksi dengan pihak-pihak yang telah menyerang rakyat Iran dan terus mengancam serta menjatuhkan sanksi terhadap mereka.
“Iran mengucapkan terima kasih atas undangan Presiden El-Sisi untuk menghadiri KTT Sharm El-Sheikh. Meskipun mendukung keterlibatan diplomatik, baik Presiden Pezeshkian maupun saya tidak dapat berinteraksi dengan pihak-pihak yang telah menyerang rakyat Iran dan terus mengancam serta menjatuhkan sanksi terhadap kami,” tulis Araghchi di X pada Minggu malam 12 Oktober, Mehr memberitakan.
“Meskipun demikian, Iran menyambut baik setiap inisiatif yang mengakhiri genosida Israel di Gaza dan memastikan pengusiran pasukan Rezim Pendudukan,” tegas diplomat Iran tersebut.
Ia menekankan bahwa rakyat Palestina berhak sepenuhnya untuk mewujudkan hak asasi mereka atas penentuan nasib sendiri. Menurut Araghchi, semua negara tetap berkewajiban, lebih dari sebelumnya, untuk membantu mereka dalam perjuangan yang sah dan legal.
“Iran selalu tetap dan akan selalu menjadi kekuatan vital untuk perdamaian di kawasan ini. Berbeda dengan rezim Israel yang melakukan genosida, Iran tidak mengejar perang tanpa akhir, apalagi dengan dibiayai pihak-pihak yang diklaim sebagai sekutunya. Iran mencari perdamaian abadi, kemakmuran, dan kerjasama,” pungkasnya.
Kota Sharm El-Sheikh di Mesir menjadi tuan rumah KTT Perdamaian pada Senin ini, yang disebut-sebut bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza. KTT tersebut, yang dipimpin bersama oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden AS Donald Trump, akan dihadiri oleh pemimpin dari lebih dari 20 negara. Perjanjian gencatan senjata Gaza diperkirakan akan ditandatangani secara resmi selama acara tersebut.
