Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Moskow: Permainan Berbahaya NATO Pasti Akan Memancing Reaksi Rusia

Sesumbar Embargo Moskow, Teryata Eropa Diam-diam Beli Minyak Rusia

POROS PERLAWANAN – Wakil Ketua Dewan Federasi (Senat) Rusia memperingatkan bahwa dimulainya latihan pencegahan nuklir NATO merupakan perkembangan yang sangat berbahaya dan hampir pasti akan memicu respons serta tindakan balasan dari Moskow.

Menurut Kantor Berita Tasnim, pada Senin 13 Oktober, mengutip Kantor Berita Novosti, NATO memulai latihan pencegahan nuklir tahunan yang disebut Steadfast Noon pada Senin 13 Oktober. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut latihan tersebut sebagai “pesan bagi musuh potensial”.

Rutte menegaskan bahwa tindakan agresif semacam ini bukan hal baru bagi NATO, melainkan kelanjutan dari pola lama sejak berakhirnya Perang Dingin. Ia juga mengakui bahwa Moskow berulang kali mendesak aliansi itu untuk menghentikan ekspansi infrastruktur militernya ke arah timur dan menghentikan proses integrasi negara-negara yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Menurut pejabat Rusia, latihan semacam ini merupakan tren berbahaya yang tidak hanya akan memancing reaksi dari Moskow, tetapi juga dari negara-negara lain yang merasa terancam.

Wakil Ketua Dewan Federasi Rusia, Konstantin Kosachev, menegaskan: “Ini adalah perkembangan yang sangat berbahaya dan tidak mungkin dibiarkan tanpa respons dari Moskow. Saya yakin reaksi tidak hanya akan datang dari Rusia, karena ini menyangkut keamanan global. Kita berbicara tentang keberadaan senjata nuklir di Eropa, yang menimbulkan kekhawatiran bagi banyak negara di kawasan ini.”

Kosachev juga menyoroti bahwa jangkauan senjata nuklir kini telah melampaui wilayah NATO. Ia menilai langkah-langkah defensif Rusia kerap digambarkan secara keliru oleh Barat sebagai “tindakan agresif”.

Tahun ini, Finlandia turut berpartisipasi dalam latihan tersebut untuk kedua kalinya sejak bergabung dengan NATO. Sementara itu, sebuah lembaga riset di Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya merilis laporan mengenai kemungkinan skenario konflik nuklir berintensitas rendah dengan Rusia.

Para analis menilai bahwa latihan dan program semacam ini tidak hanya bertujuan memperkuat kesiapsiagaan militer, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen politik untuk menakut-nakuti publik Eropa, mendorong peningkatan anggaran pertahanan, serta memperkuat posisi politisi berhaluan radikal yang cenderung pro-perang.

“Perang antara Eropa dan Rusia baru saja dimulai,” ujar seorang pengamat Eropa.

Pandangan senada disampaikan oleh analis Barat, Alan Watson, yang menilai bahwa negara-negara Barat tengah menciptakan ancaman baru bagi Rusia secara simultan di berbagai kawasan.

“Kita tidak bisa berharap konflik militer di Ukraina berakhir pada 2025”, tulisnya di platform X (sebelumnya Twitter). “Ketegangan terus meningkat di Arktik, Laut Baltik, dan Laut Hitam; di wilayah Kaukasus seperti Azerbaijan, Armenia, dan Georgia; di Moldova yang kini menampung pasukan NATO; serta di Rumania, tempat aliansi itu membangun pangkalan udara besar. Rusia tahu bahwa perang di benua Eropa baru saja dimulai”.

Selama beberapa tahun terakhir, Rusia berulang kali memperingatkan tentang meningkatnya aktivitas militer NATO di dekat perbatasan baratnya. Aliansi itu menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari “strategi pencegahan terhadap ancaman Rusia”.

Moskow, di sisi lain, menilai kebijakan itu sebagai provokasi terbuka yang mengancam stabilitas kawasan. Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya menegaskan kesiapan untuk berdialog dengan NATO, namun hanya di atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. Rusia juga menyerukan agar Barat menghentikan jalur militerisasi yang semakin menegangkan situasi keamanan di Eropa.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *