Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Ancang-Ancang Terapkan Tarif Impor 100% untuk Semua Negara Anggota BRICS

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 100% terhadap negara-negara anggota BRICS jika mereka berupaya melemahkan Dolar AS. Ancaman ini disampaikan meski Trump tampaknya tidak sepenuhnya memahami komposisi negara-negara dalam kelompok BRICS.

Dalam pertemuan dengan para wartawan di kantornya di Gedung Putih, pada Sabtu 15 Februari, Trump menyatakan bahwa negara-negara anggota BRICS sedang berada di ambang keruntuhan. “Saya yakin negara-negara anggota BRICS sedang menuju keruntuhan dengan cepat. Kami telah menyampaikan bahwa jika mereka mencoba mengambil langkah untuk melemahkan Dolar—termasuk China—kami akan melawan mereka,” ujar Trump, seperti dilansir Farsnews Agency.

Ia bahkan menambahkan, “Saya pun tidak yakin apakah China termasuk anggota BRICS atau tidak. Tapi, beberapa negara ini berkumpul dan mencoba bermain cerdas.”

Trump kemudian mempertegas ancamannya, “Saya telah menyatakan bahwa kami akan mengenakan tarif 100% pada semua barang yang diimpor dari negara-negara tersebut. Mereka berniat melemahkan Dolar AS.”

Tidak hanya itu, pada Kamis lalu, Trump juga memposting pesan serupa di platform media sosial Truth. Dalam postingannya, ia memperingatkan, “Kami meminta negara-negara yang tampaknya bermusuhan ini untuk berkomitmen tidak menciptakan mata uang baru untuk BRICS atau mendukung mata uang lain sebagai pengganti Dolar AS yang kuat. Jika tidak, mereka akan menghadapi tarif 100%.”

BRICS sendiri merupakan kelompok yang terdiri dari lima negara utama: Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Pada KTT BRICS 2023, diputuskan bahwa beberapa negara baru seperti Mesir, Etiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab akan bergabung ke dalam kelompok tersebut.

Dalam KTT BRICS yang digelar pada Agustus 2023 di Afrika Selatan, sempat mengemuka wacana pembuatan mata uang bersama untuk mengurangi ketergantungan pada Dolar AS. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat posisi ekonomi negara-negara anggota BRICS di kancah global.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *