Trump Kembali Ubah Target Akhir Perang Iran, Washington Post Soroti Salah Perhitungan
POROS PERLAWANAN – Presiden Donald Trump kembali mengubah proyeksi waktu berakhirnya perang melawan Iran. Pernyataan terbaru disampaikan dalam wawancara radio dan dilaporkan The Washington Post pada Selasa 5 Mei sebagai bagian dari rangkaian prediksi yang terus bergeser sejak konflik dimulai.
Dalam wawancara dengan pembawa acara konservatif Hugh Hewitt, Trump menyatakan perang kemungkinan masih akan berlangsung dua hingga tiga pekan ke depan. Pernyataan ini menjadi revisi terbaru setelah sebelumnya beberapa kali menyampaikan estimasi berbeda.
Sejak awal konflik pada 1 Maret 2026, Presiden AS berulang kali mengubah target waktu. Pada hari pertama perang, Trump memperkirakan konflik akan berlangsung empat hingga lima pekan. Dua pekan kemudian, dalam konferensi pers 15 Maret, Trump menyatakan penarikan pasukan akan terjadi sangat cepat, mungkin dua minggu atau tiga minggu.
Perubahan paling tajam disampaikan pada 1 April dalam pidato di Gedung Putih. Saat itu, Trump memprediksi perang akan berakhir dalam tiga hari.
Laporan The Washington Post menilai inkonsistensi tersebut berkaitan dengan kalkulasi awal yang meleset. Sejumlah pejabat AS disebut memperkirakan Pemerintahan Iran akan runtuh dengan cepat setelah perang dimulai, sehingga konflik diproyeksikan berlangsung singkat dan terbatas.
Pandangan serupa disampaikan Suzanne Maloney dari Brookings Institution. Maloney menyebut ekspektasi awal di Washington bertumpu pada asumsi runtuhnya Pemerintahan Iran dalam waktu cepat, yang kemudian tidak terbukti di lapangan.
Perkembangan ini menempatkan kebijakan Washington di bawah sorotan, terutama tentang akurasi penilaian strategis dan konsistensi komunikasi publik di tengah konflik yang terus berlangsung.
